Komedi Tragedi dalam Cerita BPI (Bagian 2).

- Jumat, 1 April 2022 | 09:16 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

Oleh Akhlis Suryapati

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Ini semacam post mortem untuk pemilihan Ketua Umum dalam Kongres Badan Perfilman Indonesia (BPI) 28 Maret lalu.  

Saat pemungutan suara 28 Maret 2022  di Hotel Pullman Sentral Park Jakarta, saya sempatkan datang, seusai mengawal diskusinya Lisabona Rachman dan kawan-kawan  di Pusat Perfilman H Usmar Ismail dan benah-benah mendekorasi panggung untuk Awarding Show Festival Sinematek. Naik grab-car, tertidur di sebelah sopir, terbangun, eh diturunkan di Mall Sentral Park. Maka jalan kaki saya ke hotel mewah itu ...

Kongres pas istirahat menjelang pemungutan suara. Saya temui Adisurya Abdy, kandidat yang didukung lembaga yang saya pimpin; Sinematek dan organisasi SENAKKI. 

“Kamu akan kalah,” ujar saya. 

“Ya. Kan kita sudah tahu dari awal,” sahut Adisurya.

Saya menuju ruangan. Bertemu Gunawan Pagaru, kandidat lainnya yang sedang satu kepanitiaan dengan saya dalam Peringatan HFN di Pusat Perfilman Usmar Ismail.

“Bagaimana acara di sana?” ia bertanya.

“Lancar. Kegiatan KFT beres di tangan Iqbal,” kata saya. “Saya sempatkan datang ke sini, untuk memberikan suara kepada Adisurya. Saya harus mendukungnya,” kata saya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X