Komedi Tragedi dalam Cerita BPI (3)

- Jumat, 1 April 2022 | 16:53 WIB
Akhlis Suryapati (Foto VOI)
Akhlis Suryapati (Foto VOI)

Tahun 2012  FGD-FGD tentang persiapan Mubes BPI juga berlangsung. Konon 3 miliar juga habis. Jadi total Rp 6 miliar. Namun tanda-tanda Mubes BPI diselenggarakan belum ada. 

Tahun 2013 dalam sebuah kegiatan film di Manado, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Film – yang ngurus anggaranlah – namanya Pak Zulkifly, menjumpai saya dan berkata:  “Tolong, Mas Akhlis. Bagaimana caranya Mubes BPI bisa berlangsung. Apa pun bentuknya yang penting ada Mubes BPI. Kalau tidak, ini bisa menjadi temuan. Sudah Rp 6 miliar......”

Lah, tolong bagaimana? 

Toh tahun 2013 itu SENAKKI sempat menyelenggarakan pertemuan dengan backdrop bertulis: Musyawarah Percepatan Pembentukan BPI di auditotium Gedung Film. Masyarakat perfilman berkumpul, saya siapkan formulir untuk mendata stakeholder perfilman. Kata orang Direktorat Perfilman, acara seperti itu penting, karena menjadi bukti adanya desakan dari masyarakat perfilman agar BPI segera dibentuk, sehingga ajuan untuk pengadaan anggaran bisa disetujui.

Nah masa-masa sekitar itu, saya sempat diajak Hanung Bramantyo (sutradara) ikut hadir dalam pertemuan pembentukan asosiasi  Indonesian Director Film (IDF) di Hotel Kemang. Ada sekitar 35 sutradara berkumpul. Menyusun pengurus segala. Saya sempat dicantumkan sebagai Deputy External Affair, di bawah Hanung Bramantyo. Di luar ruang pertemuan,  saat jeda makan, Hanung bilang bahwa salah satu tujuan mendirikan IDF adalah untuk bisa ‘memegang’ BPI

“Lah, kalau itu, nggak usah 35 sutradara juga bisa. Cukup kamu saja,” kata saya. “Mulai saja dengan menjadi penyelenggara Mubes BPI.”

Saya kenalkan Hanung Bramantyo kepada pejabat PPK tadi. Berlangsung pertemuan antara mereka. Hanung nggak sanggup, karena harus menalangi biaya Mubes, sementara anggaran fasilitasi dari Direktorat Film cairnya belakangan.

Berikutnya ada Arie Sanjaya Event Organizernya yang biasa melaksanakan proyek-proyek pemerintah. Nggak sanggup  juga. Muncullah kemudian Dudung Yuliarso (almarhum) alumnus IKJ dan mantan tentara yang memang sering menjadi Even Organizer kegiatan perfilman.

“Berani Lu, Dung, melaksanakan Mubes BPI?” tanya saya.

“Tak apalah. Direktorat Film masih punya utang ke saya Rp 400 juta. Itung-itung untuk bisa menagih, saya laksanakan Mubes BPI.”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bela Negara, Bukan Sekadar Aksi Angkat Senjata

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:03 WIB

Bela Negara dan Persepsi Publik

Kamis, 2 Februari 2023 | 22:43 WIB

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB
X