Jabatan Dikejar Jangan

- Minggu, 10 April 2022 | 10:33 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Si pejabat baru bersama petinggi dari instansi lain yang pergi bersamanya , semua tewas.
Jika ayahnya jadi dilantik, kemungkinan ayahnyalah yang ikut tewas. 

Begitulah, dalam proses perburuan sebuah jabatan. Sering terjadi, jabatan yang sudah berada di depan tangan kita, lantaran berbagai faktor, terlepas. Kejadiannya sering, sebenarnya, semua faktor sudah mengarah ke diri kita, tapi ada faktor yang lain yang menyebabkan kita gagal meraih jabatan itu.

Tidak jarang pula kejadianya pun mendadak pada saat-saat terakhir jelang dilantik.

Hal serupa pernah juga dialami keluarga kami. Kakak tertua saya, Samudra Sukardi, sejak awal telah berkarier di Garuda, maskapai nasional Indonesia. Dia memulai kariernya dari paling bawah sebagai teknisi. Lantas kariernya merayap naik, sampai setingkat di bawah direksi.

Manakala bakal ada pergantian atau perombakan direksi Garuda, dia termasuk salah satu calon direktur utama (dirut). Tak hanya itu, bahkan calon dirut terkuat. 

Persoalannya, kalau dia jadi dirut, yang harus mengangkatnya dan menandatangi Surat Keputusan (SK) pengangkatannya adalah pemegang saham Garuda, dan kebetulan dijabat oleh adiknya, kakak saya, Laksamana Sukardi. Hal ini dapat menimbulkan tuduhan nepotisme. 

Untuk menjaga objektifitas, diadakanlah tes untuk mencari calon dirut, termasuk diikuti oleh Samudra. Hasilnya, Samudra menempati peringkat paling atas. 

Agar lebih objektif lagi, harus ada perbandingan lembaga yang melaksanakan tes. Maka diadakan kembali dua kali tes dari dua lembaga yang berlainan. Hasilnya, Samudra tetap berada di peringkat top, atawa paling atas. 

Dalam keadaan normal, harusnya waktu itu dia sudah dapat dilantik menjadi dirut Garuda.
Kendati di luar sana ada hiruk pikuk yang mempersoalkan masalah ini, sejatinya segala persyaratan telah terpenuhi oleh Samudra.

Cuma tetap aja ada dilema moralitas. Kalau dia tetap diangkat oleh adiknya sendiri, bakal muncul tuduhan nepotisme. Masa adik kok mengangkat kakak kandungnya sendiri. Tapi kalau gak diangkat, bukankah objektif hasilnya memang kakaknya yang terbaik. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB
X