Ketika Mantan Bawahan Jadi Boss

- Selasa, 12 April 2022 | 06:08 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Sama seperti kepada para anak buah lainnya, dimana pun saya jadi atasan, saya memperlakukan Bamsoet dengan “sangat keras.” Tidak ada kata “maklum” untuk setiap kesalahan karya dan proses jurnalistik.

Sebuah sikap yang saya pertahankan dimana pun saya berada. Tak peduli ada bawahan yang suka atau tidak, kesal atau tidak, bahkan “dendam” atau tidak: tujuan saya menghasilkan proses dan karya jurnalistik yang terbaik.

Alhamdullilah, puji syukur, sebagian besar mantan anak buah saya sukses, baik di bidang jurnalistik maupun nonjurnalistik. Ada yang jadi Pemimpin Redaksi (Pemred) dan wakil, wirausahawan yang berhasil dan sebagainya. Salah satu yang sukses itu, ya tak lain Bamsoet itu. 

Dari dulu penampilan
Bamsoet sudah perlente, mudah bergaul , menyukai mobil-mobil produk Eropa, dan tampil flamboyan. Hampir semua ciri itu sampai kini masih melekat pada dirinya.

Lama tak bersua, saat jumpa kembali pertama, penggemar olah raga menembak ini telah menjelma menjadi ketua Komosi III DPR.
Sejak itu, kariernya tambah melesat. Dia kemudian berlanjut menjadi ketua DPR. Terakhir jadi ketua MPR.

Tak hanya sukses dalam karier politik, tapi juga di perkara perekonomian. Pendiri dan chairman Black Stone Group ini punya jaringan usaha yang luas dan besar, mulai dari batu bara, kuliner, sampai cargo pesawat dan sebaginya.

Dalam hitungan saya, baik dari aspek finansial maupun politis, penyayang binatang ini, sudah gak kalah dari mantan “big bossnya” dulu, Surya Paloh.

Tentu capaian prestasi ketua berbagai organisasi ini terang benderang telah jauh melampaui saya. Artinya, dia yang dulu cuma seorang anak buah, telah melejit jauh lebih maju ketimbang kita. 

Kehidupan dan penghidupan memang tak dapat diprediksi. Mobilitas sosial yang terbuka dapat menyebabkan posisi seseorang berbalik. Dulu anak buah, lewat suatu proses, mereka dapat berubah menempati posisi-posisi elite, dan bahkan menjadi atasan kita.

Hati dan jiwa kita perlu terbuka menghadapi fenomena ini. Contoh lainnya terjadi pada diri seorang Manto. Sebenarnya, dia bukan bawahan saya langsung, tetapi berada pada satu kelompok “usaha” yang sama.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB
X