Harta Karun Mazni Harun

- Selasa, 12 April 2022 | 06:20 WIB
Akmal Nasery Basral (Arsip Pribadi)
Akmal Nasery Basral (Arsip Pribadi)

Oleh Akmal Nasery Basral

SKEMA (Sketsa Ramadhan).

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- MASIH ingat nama Rifo Darma Saputra? Kisah penggagas program Sejuta Sajadah dan Sejuta Bibit Tanaman Buah ini saya tulis sebagai topik SKEMA (Sketsa Ramadhan) lima hari lalu (Rabu, 6/4). Setelah tulisan itu menggelinding di dunia daring, sejumlah komentar dan tanggapan positif datang beriring. Respon dari penyair kawakan D. Zawawi Imron dan Brigjen (Purn) Mazni Harun merupakan dua japri terpenting.

Abah Zawawi—begitu saya biasa menyapa penyair Madura ini—mengirimkan sebuah sajak rancak berjudul “Sajadah Rifo”. Karya itu saya teruskan kepada pemilik nama, membuat Rifo terkesima, tak menyangka seorang penyair besar menulis sajak khusus baginya. (Puisi Abah Zawawi saya tampilkan utuh di akhir tulisan agar bisa dinikmati pembaca lebih luas lagi).

Sementara Mazni Harun, 73 tahun, mengomentari: “Masya Allah, ada anak muda yang luar biasa. Sudah saya sebarkan,” tulis mantan Komandan Kontingen Garuda XIV/4 yang bertugas di Yugoslavia sebagai pengamat militer dalam UNPROFOR ( The United Nations Protection Force), 1994-1995. Chat kami melesat, saling berbalasan selama beberapa saat, sebelum kesimpulan akhir diikat: rencana buka puasa bersama pada Ahad. Kebetulan sejak pandemi menggulung dunia, kami belum pernah bertemu muka untuk bertukar cerita.

Maka kemarin (10/4) di tengah rinai gerimis, sejak jam 2 siang saya sudah duduk di ruang tamu rumah beliau di kawasan Cimanggis. Saya tidak sendiri melainkan bersama Rifo dan Ricardi S. Adnan, Associate Professor Sosiologi UI, yang memperkenalkan Rifo kepada saya sejak awal tahun. Dalam sekejap teranyam bincang akrab. Apalagi setelah terdeteksi seorang paman Ricardi adalah kakak kelas Pak Mazni saat keduanya menjadi siswa SMP di Sumatra Barat. Keajaiban video call mewujudkan komunikasi kedua senior citizens yang sudah lama tak terbuhul. Berkah Ramadan di era digital yang mengagumkan betul.

Obrolan selanjutnya mengancik ke topik utama. Saya menyilakan Rifo menjelaskan latar belakang gagasan program Sejuta Sajadah dan Sejuta Bibit Tanaman Buah yang sudah dijalankan untuk masjid dan musala di Sumbar dalam setahun terakhir dan program perdana di Nusa Tenggara Timur (Kab. Alor) bulan lalu.

“Saya ingin melihat sajadah-sajadah baru yang bersih dan wangi di rumah ibadah, sementara lingkungannya hijau nyaman dengan tanaman lemon California, kelengkeng dan mangga yang punya nilai ekonomi tinggi setelah berbuah sehingga bisa menambah kas mereka selain dari infak dan sedekah yang biasa diberikan jamaah,” ujar Rifo.

Sesekali Pak Mazni yang kelahiran Bukittinggi menanyakan satu-dua hal untuk memperdalam informasi kepada Rifo. Setelah itu jemari tangan mantan Komandan Resimen Arhanud 1 tersebut menari-nari di atas tuts ponsel. Pandangannya tertuju pada layar gawai selama mengetik, sebelum akhirnya menatap kami bertiga.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X