Ade Armando, Kekerasan Massal dan Indeks Permusuhan Sosial

- Selasa, 12 April 2022 | 23:15 WIB
Hari itu, 11 April 2022, di tengah riuh rendah aksi mahasiswa, Ade Armando, dianiaya. Di sana, di tengah keramaian itu, entah berapa banyak yang memukulnya beramai- ramai (Screenshoot instagram/@adearmandoreal)
Hari itu, 11 April 2022, di tengah riuh rendah aksi mahasiswa, Ade Armando, dianiaya. Di sana, di tengah keramaian itu, entah berapa banyak yang memukulnya beramai- ramai (Screenshoot instagram/@adearmandoreal)

 

Denny JA

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- “Kebencian dan intoleransi adalah musuh terbesar masyarakat yang beragam,” ujar Mahamatma Gandhi.

Ucapan ini yang teringat ketika saya menonton lebih dari 10 video soal kekerasan yang menimpa Ade Armando.

Hari itu, 11 April 2022, di tengah riuh rendah aksi mahasiswa, Ade Armando, dianiaya. Di sana, di tengah keramaian itu, entah berapa banyak yang memukulnya beramai- ramai.

Ade terjatuh. Ia tak hanya dipukul. Juga diinjak- injak. Pakaiannya dilucuti. Di satu video itu nampak Ade terguling. Dua tangannya melindungi wajah. Celana panjangnya dilucuti. Ia nyaris ditelanjangi.

Baca Juga: Ade Armando Dinyatakan Mengalami Pendarahan di Otak Belakang

Terdengar suara yang beragam di sana. Ada yang melindungi: “Sudah cukup. Cukup.” Ada yang menyeru: “Darahnya Halal!”

Terdengar jelas suara emak- emak dan lainnya bersahutan: “"Buzzer, buzzer, bulan puasa,
munafik, pengkhianat,
penjilat.”

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X