Kekerasan Wacana Ade Armando

- Rabu, 13 April 2022 | 13:05 WIB
Ade armando ketika dikunjungi grace natalie dkk di rumah sakit Siloam Semanggi (Screenshoot instagram/@gracenat)
Ade armando ketika dikunjungi grace natalie dkk di rumah sakit Siloam Semanggi (Screenshoot instagram/@gracenat)

 

Oleh: Yons Achmad
(Pengamat Komunikasi. Direktur Komunikasyik)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Banyak orang mengutuk kekerasan dan penganiayaan Ade Armando, tapi lupa bagaimana kekerasan wacana membabi buta dilakukan terus menerus olehnya. Saya tentu tidak pro kekerasan, baik fisik maupun wacana.

Hanya saja, seperti kata Pramoedya Ananta Toer yang terkenal “adil sejak dalam pikiran,” maka begitu juga mendudukkan kasus yang menimpa Ade Armando.

Tidak serta-merta mengutuk mereka yang melakukan kekerasan fisik, sementara membiarkan kekerasan wacana terjadi sebelumnya. Singkatnya, kekerasan wacana dan kekerasan fisik sama bahayanya.

Kekerasan fisik, semua sudah tahu. Sementara, kekerasan wacana, mungkin perlu penjelasan sedikit.

Baca Juga: SKEMA (Sketsa Ramadhan): Telanjang

Terkait wacana, saya meminjam pengertian yang dipaparkan Prof. Ibnu Hammad dalam buku Komunikasi Sebagai Wacana (2010) bahwa dirasakan atau tidak, sebagian besar, kalau tidak dikatakan seluruhnya, ketika berkomunikasi, sesungguhnya kita sedang membangun wacana (discourse), yaitu tindakan menggunakan bahasa sesuai kaidah tata bahasa tetapi kita masukkan ke dalamnya unsur-unsur non-bahasa.

Di sini kita tidak lagi sekadar berkata atau menulis ketika hendak menyampaikan pesan. Kita bukan sebatas mengikuti tata bahasa ketika menggunakannya berkomunikasi.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X