Siapa Takut Rejeki Naik Haji

- Jumat, 15 April 2022 | 09:56 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)

Cuma karena bersifat khusus, kursi pesawat sebisa mungkin penuh, agar biayanya sewa pesawat menjadi semakin ringan. Selain itu harga tiket juga dipatok relatif lebih mahal dari standar haji plus waktu itu: ya 10 ribu dolar U$. 

Jumlahnya pas sama dengan yang diberikan teman saya. Apakah sang teman sudah tahun harga tiketnya, ataukah “kebetulan” belaka, walahualam. Saya tidak tahu.

Loe sebagai adik, gue bayarin, tapi kalo bini loe mau ikut, bayar sendiri ya,” kata kakak saya. Oh, tentu, saya maklum.

“Oh iya. Gak_ apa-apa, Tengkiu. Gue ama bini gue emang  pas mau naik haji tahun ini kok," jawab saya.

Persoalannya, seluruh kelengkapan dokumen besok harus sudah disetor untuk mengurus visa haji dan sebagainya. Tidak seperti zaman kiwari, yang dapat memfoto diri dan cetak sendiri pas foto dengan mudah dan cepat, waktu itu harus ke studio foto. Itu pun selesainya sekitar sehari.

Untuk dokumen besok siang, sudah pasti tidak terkejar.

Apa akal? Apa boleh buat, harus cari jalan lain. Waktu itu masih ada proses pas foto kilat di pinggir jalan, yang biasanya tukangnya pakai penerangan petromax. Tukang cuci cetak foto hitam putih seperi itu ada banyak di sekitar Pasar Benhil (Bendungan Hilir).

Kala itu Pasar Benhil belum dibangun bertingkat modern seperti hari ini. Tukang cuci cetak foto berderet di pinggir jalan. Kesanalah kami menuju. 

Meskipun hari itu hujan kecil, sekitar jam 8 malam , saya dan isteri pergi kesana. Ketika disana, kami berjumpa dengan seorang kawan FHUI 78, Totok Bintoro, yang kebetulan juga ada perlu di daerah Pasar Benhil. Dia terheran-heran melihat kami sedang mengurus pas foto di kelas pinggir jalan

Sekitar satu jam kemudian, sekian lembar dan ukuran pas foto hitam putih saya dan isteri rampung.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB

Mosaik Putri Diana (7): Dalam Kandang Harimau Betina

Kamis, 22 September 2022 | 22:33 WIB

Mosaik Putri Diana (6): Buka-bukaan dengan Martin Bashir

Kamis, 22 September 2022 | 14:48 WIB
X