Siapa Takut Rejeki Naik Haji

- Jumat, 15 April 2022 | 09:56 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)

Besoknya kami langsung mengurus ke traver biro haji yang menangani keberangkatan khusus ini. Ternyata traver agenya Maktour. Bagi saya hal ini seperti pergi haji tanpa biaya. Lantaran saya diongkosi oleh kakak, sedangkan isteri seperti dibantu temen, hitung-hitung saya dan isteri naik haji berdua dibiayai orang lain. Gratis. Alhamdulillah

Hari itu juga kami harus suntik magnehitis di kantor wakil presiden (wapres) di jalan Kebon Sirih. Dan berhubung persiapan naik haji sangat sempit, waktunya sangat terbatas, tak ada acara manasik haji dan sebagainya.

Adapun yang utama: dapat naik haji secara sah baik dari segi hukum agamanya maupun dari aturan negara. 

Semua dokumen dan persiapan akhirnya beres
Tepat waktu. Tinggal tunggu hari keberangkatan. Kami pun sudah melakukan ratipan atau pengajian di rumah dan sebagainya. 

Rencana naik haji perlu kesabaran. Rupanya ada masih ada lagi persoalan baru. Dua hari jelang keberangkatan, bagaikan disamber petir di siang bolong, datang berita dari kantor wapres: Hamzah Haq tahun itu batal naik haji. Sedangkan penutupan penerimaan pesawat haji di Arab Saudi tinggal dua hari lagi.

Lantas bagaimana “nasib” kami? “Kalau gak jadi berangkat naik haji, kita ke Balinya aja nyok. Kita dua mingguan disana, biar gak malu sama tetangga,” ujar saya kepada isteri, bercanda, sambil tertawa, pahit. Dia ikut tersenyum. Juga dengan pahit. 

Setiap kami cek ke Maktour jawabannya selalu mengambang. “Masih tetap diusahakan. Makanya semua keperluan harap tetap disiapkan.”

Disinilah kami memahani, izin berangkat naik haji memang benar-benar dari Tuhan. Dari Allah. Manusia merencanakan tetap Tuhan pula yang menentukan. Semua kami serahkan ke Tuhan mana yang paling baik buat kami.

Tepat pada hari terakhir penutupan naik haji, Maktour mengakabarkan, kami dapat terbang naik haji. Semua urusan izin selesai pada menit-menit terakhir! 

Hanya saja lantaran untuk semua jenis penerbangan haji di bandara King Azis ketika kami akan mendarat sudah ditutup, kami terpaksa naik pesawat komersial, dan tentu saja tidak turun diterminal untuk haji. Dari bandara non haji, kami menuju tempat-tempat persiapan haji, jalan kaki.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X