Siapa Takut Rejeki Naik Haji

- Jumat, 15 April 2022 | 09:56 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi Wasa)

Sesudah itu semuanya berjalan sangat lancar. Tak ada hambatan apapun. Semua rukun haji kami jalankan dengan baik. Hari kedelepan kami sudah naik peswat pulang kembali. Disana kami baru mengetahui, semakin singkat hari naik haji, harga tiketnya juga semakin mahal.

Kisah-kisah naik haji memang banyak yang dramatis. Tapi satu hal, jangan pernah takut untuk punya niat dan tekad naik haji.

Dari pengalaman kami, dan juga banyak orang lain, tekad dan niat naik haji sudah 50% pemecahan masalah, kalaupun ada masalah. Tekad dan niat haji merupakan salah satu pintu pembuka rejeki.

Begitu kita meneguhkan telad dan niat naik haji, ajaibnya, rejeki ke arah penguatan ekonomi untuk naik haji lebih tertata dan terus mengalir. Urusan pun mulai dilapangkan. Ada aja rezeki yang datang dari arah tidak diduga-duga.

Ada saja jalan terbuka yang tak sempat terbayangkan sebelumnya. Contohnya saya sendiri yang memperoleh banyak rezeki sewaktu mau naik haji. Dapat banyak kemudahan. Kisah-kisah sejenis lainnya juga mudah didapat. 

Banyak orang muslim, sebenarnya, berkeinginan naik haji, tetapi mereka tak berani mewujudkan. Ada seribu alasan menghalanginya.

Sebagian bilang belum ada “panggilan.” Ada yang bilang “belum siap.” Ada pula, nah ini mungkin menjadi alasan sebagian besar, belum mau naik haji karena persoalan ekonomi yang belum memadai.

Tegasnya, belum punya duit cukup. Padahal semua alasan tersebut, sejatinya, berdasarkan pengalaman saya, tak kuat dan terbantah.
Jangan percaya kepada alasan-alasan klise seperti itu.

Bagaimana belum terpanggil, sejak di perut kita sudah dipanggil naik haji. Demikian pula jika ada yang bilang “belum siap,” kapan mau siapnya? Sebenarnya kapan saja sesungguhnya kita sudah siap. Tinggal menenguhkan niat dan tekadnya.

Jangan menunggu naik haji setelah tua, lantaran proses naik haji selain ibadah spritual, juga ibadah fisik. Kesehatan dan tubuh kita harus baik. Makin muda naik haji makin bagus.
Menunda naik haji merupakan langkah kekalahan pertama.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB

Mosaik Putri Diana (7): Dalam Kandang Harimau Betina

Kamis, 22 September 2022 | 22:33 WIB

Mosaik Putri Diana (6): Buka-bukaan dengan Martin Bashir

Kamis, 22 September 2022 | 14:48 WIB
X