Pulang

- Selasa, 3 Mei 2022 | 16:08 WIB
Keluarga Alie Machfudz Mashurie (Arsip Pribadi BB)
Keluarga Alie Machfudz Mashurie (Arsip Pribadi BB)

Oleh Benny Benke

SEMARANG, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Sebagai warga kebanyakan saat ini kita semua sedang happy, melupakan satu dua jenak ketidakpastian dan kesulitan hidup yang selama ini akrab dengan peri kehidupan kita. Atau paling tidak saya.

Berterima kasih kita kepada mudik, yang memungkinkan kita bisa bersua dengan keluarga masing-masing. Yang kemudian bisa membesarkan hati kita, setelah bersua dengan anggota keluarga. Syukur-syukur masih ada orang tua di sana. Kalau tidak ada orang tua, juga tak mengapa. Tidak seketika membuat mudik kehilangan makna.

Yang keluarga besar maupun intinya sudah tidak utuh lagi, karena dihantam pandemi, jangan kecil hati. Masih banyak hal-hal kecil yang akan membesarkan hati kita. Entah apapun itu muasalnya.

Toh tidak ada keluarga yang sempurna... selalu ada lobang di sana. Kita bahkan biasa dan bisa berdebat, sampai bertengkar antaranggota keluarga. Untuk alasan sepele maupun prinsip.
Bahkan terkadang berhenti berbicara satu sama lain, meski untuk sementara. Tapi pada akhirnya, keluarga tetaplah keluarga.
Cinta akan selalu ada di sana, untuk selamanya.

Walau tetap ada keluarga yang terpecah imbas rebutan harta, juga pilihan politik, misalnya. Semoga kita bukan salah satu diantaranya.

Di udik kita bertemu rumah yang memberikan rasa aman, rasa saling memiliki, identitas, dan privasi. Rumah senantiasa memanggil-manggil kita untuk menawarkan konsep "pulang" dari manusia-manusia yang melakukan perjalanan "pergi". Pergi mencari nafkah dan menegakkan nasib masing-masing.

Meski dongeng juga pernah menceritakan ada nama Ahasveros yang hidup dan tinggal di perjalanan. Tidak mengenal konsep pulang, apalagi berpikir tentang pulang. Juga berpikir tentang keluarga. Pulang dan keluarga sudah tidak relevan lagi.

Makanya ada teori yang mengatakan, cara menangkap penjahat paling kakap itu gampang. Sanggongi saja rumahnya, hanya masalah waktu dia akan pulang ke manapun rumah dituju, apalagi jika ada anggota keluarga yang dituju. Makanya kalau mau jadi bandit sejati, jangan membangun keluarga, apalagi mempunyai konsep pulang.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB
X