Fiat Mirafiori Bapak

- Kamis, 5 Mei 2022 | 08:57 WIB
dr. Sugeng Ibrahim, M Biomed (AAM) dan Fiat Mirafiori bapak (Foto Alie Machfudz Mashurie, repro Bb)
dr. Sugeng Ibrahim, M Biomed (AAM) dan Fiat Mirafiori bapak (Foto Alie Machfudz Mashurie, repro Bb)

 

Oleh Benny Benke.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Jika berbicara tentang mobil, tidak ada yang lebih membekas dalam benak almarhum bapak semasa hidupnya selain mempunyai sedan keluarga Fiat 131 Mirafiori saloon 4 pintu keluaran tahun 1978.

Sedan dengan kekuatan mesin berkapasitas 1.6 CC, dengan transmisi 4 kecepatan manual itu, telah mengantar bapak, juga almarhumah ibu, serta kami, lima anak-anaknya yang masih kecil-kecil, mampir di hampir setiap kota di pulau Jawa. Terutama kota dan loka wisata yang berada di jalur antara Jakarta -Tulungagung, di Jawa Timur.

Atau jika diukur dengan aplikasi Map kiwari, muncul keterangan waktu dan jarak prediksi; 10 jam 20 menit, 765 km, antara Jakarta - Tulungagung di Jawa Timur. Dengan catatan melewati jalan tol atau bebas hambatan. Jika menghindari jalan tol, atau melewati jalur tradisional akan tercatat prediksi; 19 jam 11 menit, 769 km. Keduanya, baik lewat tol dan non tol dengan catatan, tidak ada kemacetan di sana.

Kenangkanlah pada tahun 1978, saat jalan tol belum ada dan dibangun, Mirafiori sudah menyusuri jalanan sepi antarkota di pulau Jawa sedemikian jauhnya, dengan anggunnya, dan baik-baik saja.

Mobil berpenggerak roda belakang, yang dipasarkan dari tahun 1974 sampai 1984, itu menemani bapak, ibu dan anak-anaknya, hingga berbilang tahun berikutnya setelah dibelinya di tahun 1978. Yang sebelumnya bapak harus melego dua Toyota Corolla tahun 1975-nya, karena garasi di rumah, hanya muat untuk sebuah mobil.

"Koilnya di bawah, itu aja kelemahannya, jadi kalau ada banjir atau genangan air, jadi masalah," kenang bapak saat itu kepadaku. Koil yang bekerja untuk menghasilkan percikan api di ruang bakar, menjadi berperkara saat air mengganggu kinerjanya.

Akibatnya Fiat Mirafiori kebanggan bapak ini acap ngadat, nyendat, sebelum akhirnya mogok...meski untuk sementara. Karenanya, bapak sangat berhati-hati jika memghadapi genangan air, apalagi saat hujan turun deras, misalnya.

Turunannya, betapapun Mirafiori kesayangannya itu produk populer pada masanya, dari pabrik automobiles tertua di Eropa, yang mengada sejak awal tahun 1900, tetap membutuhkan treatment tersendiri.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X