Panjang Umur Hal-hal Baik. (Makan Gratis di Rest area KM 429, jalan tol Semarang-Solo).

- Rabu, 18 Mei 2022 | 12:59 WIB
Manajer dan kasir restoran  (Bb)
Manajer dan kasir restoran (Bb)

Manajer dan kasir restoran Barokah Kedai Bunda di rest area KM 429 Ungaran-Solo (Bb)
Oleh Benny Benke.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Jumat lalu kami, sengaja mampir di
Rest area KM 429, yang terletak di ruas jalan tol Semarang-Solo. Dalam rangka tujuan selanjutnya ke Balkondes PGN Karangrejo, Borobudur, Magelang dalam rangka turut merayakan Balkonjazz Festival 2022.

Tempat rehat di ruas tol Semarang-Solo ini merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Atau kita mengenalnya dengan tol Trans Jawa yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya, dengan panjang kurang lebih 1.167 km.

Rehat di rest area ini sengaja kami pilih karena pemandangannya indah sekali. Letaknya di perbukitan, dengan latar depan pegunungan Ungaran berketinggian 2.050 mdpl, menyajikan sensasi tersendiri. Hawanya mulai dingin setelah melewati area perkemahan Penggaron di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kalau sedang beruntung, kita akan melihat sepasang Elang Jawa terbang tinggi berputar-putar di punggung gunung Ungaran. Bahkan pada momen tertentu saat kabut sutra putih mulai turun dari gunung, syahdu sekali nuansanya.

Kami mampir di rest area ini setelah melaju tanpa jemu dari Jakarta baqdo Subuh. Enam jam sampai di rest area 429 adalah sejenis kemewahan, setelah kami mampir di dua rest area sepajang Jakarta-Semarang sekedar untuk buang air kecil, menyeruput kopi, menghisap sebatang lisong secukupnya.

13 orang, plus driver yang menyesak di Toyota Hiace, seketika memilih aneka menu selaras citarasa lidahnya masing-masing. Dari garang asem, mangut iwak P, rawon, rames, babat gongso, ayam goreng, soto dan menu lainnya. Plus minuman masingmasing, dari jeruk anget, es jeruk, jus, teh tawar, minuman ringan sampai es teh, hingga kopi. Ditambah aneka krupuk dan kudapan lainnya.

Hal-hal mengejutkan dalam hidup mulai menyapa kami, saat juru bayar kami, Fitriawan Ginting hendak membayar seluruh makanan yang telah kami lahap. Dalam bayangan juru bayar, dengan estimasi setiap piring seharga Rp. 50 ribu (paling murah), dikalikan 13, akan keluar harga 650 ribu rupiah.

Tapi apa yang dikatakan kasir, "Silakan bayar seikhlasnya". Makdeg, juru bayar yang untungnya terbiasa dengan kejutan-kejutan kehidupan ini, langsung berpikir cepat, secepat Pep Guardiola mencari pembenaran kenapa Manchester City gagal melaju ke final Champions League.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Metaverse adalah Kunci.

Rabu, 8 Februari 2023 | 01:18 WIB

Ustaz di Kampung Maling

Selasa, 7 Februari 2023 | 23:23 WIB

Potensi Domba Lokal Lereng Barat Gunung Slamet

Sabtu, 4 Februari 2023 | 14:19 WIB

Menimbang Gibran di Pilgub Jateng.

Jumat, 3 Februari 2023 | 06:35 WIB

Bela Negara, Bukan Sekadar Aksi Angkat Senjata

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:03 WIB

Bela Negara dan Persepsi Publik

Kamis, 2 Februari 2023 | 22:43 WIB

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB
X