Bianca, Bening, dan Sisterhood

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:28 WIB
Bianca Raya Mashurie (Benny Benke)
Bianca Raya Mashurie (Benny Benke)

Oleh Benny Benke.

BANDUNG, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Namanya Bianca Raya Mashurie, umurnya belum genap delapan. Tapi beban pelajaran lumayan banyak di benaknya. Terutama pelajaran yang tidak didapatkannya di bangku sekolah. Yaitu pelajaran bagaimana melindungi, mengajari dan senantiasa memberikan ruang maaf kepada adiknya, Claire Ann Bening Mashurie, yang masih empat tahun usianya.

Perkara senantiasa memberikan ruang maaf, bahkan jauh sebelum kesalahan dibuat adiknya, adalah PR yang sebenarnya buat Bianca. Yang kami doktrin sebagai kakak, siap atau tidak, bisa diterima atau tidak, harus sebisa mungkin menjadi pelindung, membuka pintu maaf, dan kalau mampu, membiarkan adiknya menguji kesabarannya sampai di titik didihnya.

Sangat tidak mudah. Karena memang tidak ada pelajaran yang mudah, untuk mendapatkan hasil yang baik. Memang demikianlah kakak seharusnya kepada adiknya.

Kakak belum syah disebut kakak jika belum mampu mengatasi kesemrawutan adiknya. Kakak tidak layak dipanggil kakak jika tidak mampu berdiri paling depan membereskan persoalan adiknya. Bahkan dalam tataran paling ekstrim, kakak baru layak disebut kakak jika mampu mengambil peran ortunya untuk memayungi dan melindungi adiknya.

Jadi, pada sebuah masa, jika ortunya mangkat, adik tidak akan pernah kehilangan sosok ayah-ibunya, kerna kakak masih ada di sana. Jadi rumah kokoh sekaligus benteng bagi adiknya. Begitulah sunnatollah kakak kepada adiknya.

Seperti dalam kasus kecil, kakak harus membereskan pola pikir adiknya, kemarin. Tersebab adiknya belum mengenal konsep menghormati kakaknya, apalagi konsep jarak.

Saat seperti kami hendak berpakansi ke luar kota. Adiknya reseknya kumat, karena tujuan belum jelma, meski jarak antarkota hanya sepelemparan batu, tersebab kamacetan menggila.

"Are we there yet," kata Bening repetitif, yang dibalas repetisi penjelasan oleh Bianca, ihwal satu dan lain yang membuat perjalanan membutuhkan waktu lebih puanjang ...tapi apa mau dikata, menjelaskan logika berpikir dewasa kepada balita adalah perkara yang tidak pernah gampang.....

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X