Titik Balik Oligarki Perfilman

- Senin, 30 Mei 2022 | 07:21 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

Oleh Akhlis Suryapati

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Perusahaan film MD Pictures Tbk menggelar right issue sebanyak 1,9 miliar saham. Ini menjadi cerita lanjutan dari melejitnya nilai saham MD Pictures Tbk yang disulut oleh sentimen positip perolehan lebih 8 juta penonton film KKN Di Desa Penari (produksi Pichouse Film), menyusul film Kukira Kau Rumah (Sinemaku Pictures), dan Makmum 2 (Blue Water Films dan Dee Company).

Right Issue adalah penambahan modal bagi perusahaan go-public (IPO) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) bagi investor lama.  Manakala para investor lama tidak memanfaatkan, akan diberikan kepada investor baru (standby buyer).

Pekan ini rumah produksi Citra Cinema milik Deddy Mizwar meluncurkan film Naga, Naga, Naga (Nagabonar 3) dengan MD Pictures pula bertindak sebagai eksploitornya (semacam major distributor company).

Dalam konteks industri, perfilman nasional pasca pandemi covid-19 bisa dibilang sedang menciptakan kepercayaan (trust) dengan MD Pictures sebagai pioneernya. Kenaikan secara beruntun  nilai saham di bursa efek tidak terlepas dari masalah kepercayaan; baik yang bersumber dari kebijakan manajerial perusahaan, peristiwa-peristiwa yang menyertainya, maupun keberhasilan menciptakan branding melalui pencitraan.

Dalam konteks trust yang berkaitan dengan penguatan industri perfilman nasional, sayangnya program stimulus Pemulihan Ekonomi (PEN) subsektor film malah meruntuhkan reputasi perusahaan-perusahaan film penerimanya. Film-film sukses yang dieksploitasi MD Pictures justru bukan film-film yang mendapat suntikan dana stimulus itu. 

Baiklah.  Catatan saya kali ini lebih sebagai tinjauan bahwa pada eforia rekor baru  jumlah penonton film nasional dan berkibarnya MD Pictures di bursa saham, ada baiknya kita mencermati  kemungkinan berlangsungnya titik balik oligarki dalam ekosistem perfilman nasional. Syukur jika hari-hari mendatang yang tercipta adalah ekosistem yang demokratis, berkesejahteraan, berkeadilan.  

Begini, handai taulan. 

Oligarki itu dari kata oligarkhes, artinya ‘sedikit yang memerintah’ atau ‘sedikit yang berkuasa’. Di sini bisa didefinisikan sebagai  struktur industri yang dikendalikan sejumlah kecil orang; biasanya lebih terkait dengan kapital, kekayaan, bisa juga ikatan kekeluargaan dan kepentingan politik.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X