Fahmi Idris

- Senin, 30 Mei 2022 | 17:43 WIB
Zainal Bintang (Arsip Pribadi Zainal Bintang)
Zainal Bintang (Arsip Pribadi Zainal Bintang)

Oleh : Zainal Bintang

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-  Minggu siang, 22 Mei 2022, saya dikejutkan berita duka: Bapak H. Fahmi Idris meninggal dunia pagi tadi jam 10.00 wib di sebuah rumah sakit, di Jakarta. Perasaan saya kontan luruh oleh rasa sedih. Prihatin. Dan merasa kehilangan. 

Pada waktu berlangsung Munas Golkar bulan Desember 2004 di Bali, dengan dukungan total dari almarhum dan kawan-kawan, JK (Jusuf Kalla) yang Wapresnya SBY itu, berjaya menggusur AT (Akbar Tanjung) selaku petahana.

Padahal sebelum Munas di Bali, almarhum dan kawan-kawan dipecat dari Golkar oleh AT karena tidak mematuhi keputusan Rapimnas Golkar yang mendukung pencalonan pasangan Capres Megawati-KH Hasyim Muzadi.

Pada waktu Munaslub Bali AT sudah tidak punya jabatan formal. Sebagai Ketua DPR RI telah digantikan Agung Laksono (Oktober 2004). Tradisi pengurus Golkar daerah sejak era Soeharto selalu lebih nyaman dipimpin Ketua Umum yang punya jabatan di kekuasaan. 

Sebelum Munaslub Bali, kami sudah bergabung dengan almarhum dalam kubu “Eksponen Ormas Tri Karya” (EOTK), yang dibentuk Mayjen (pur) Suhardiman bersama saya (Ormas MKGR) dan almarhum tokoh-tokoh dari Kosgoro 57 melalui forum “Deklarasi Makassar” berlangsung di Makassar (2002).

“EOTK” berfungsi sebagai moral force (kekuatan moral) untuk mengontrol kiprah pengurus Golkar supaya tetap konsisten berjalan diatas koridor doktrin Golkar “karya kekaryaan”. Dan menjadi rumah besar bangsa Indonesia. 

Pada Pemilu 2009, “EOTK” memberikan dukungan  kepada pasangan JK-Wiranto sebagai capres, namun kalah. Berlanjut pada Pemilu 2014 “EOTK kembali mendukung pasangan capres Joko Widodo-JK.

Didalam semua kiprah “EOTK” tersebut diatas, almarhum selalu bersama kami. Pada waktu Pilpres 2014, kami dari “EOTK” menentang keputusan Aburizal Bakrie yang menjadikan Golkar sebagai opisisi karena dia lebih memilih mendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Yang kemudian kalah. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X