Lekas Pulang Eril....

- Selasa, 31 Mei 2022 | 16:59 WIB
Heinrich memeluk Ridwan Kamil. Heinrichlah yang menyelamatkan adik Eril. (Istimewa)
Heinrich memeluk Ridwan Kamil. Heinrichlah yang menyelamatkan adik Eril. (Istimewa)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Tidak ada kehilangan yang lebih berat, menyakitkan dan tak terpermaknai pedihnya selain kehilangan anak sendiri. Karenanya banyak orang tua berdoa, jika diberi pilihan, meminta yang Maha Hidup untuk memanjangkan usia anak-anak mereka. Bahkan rela ditukar ajalnya dengan dirinya, jika ada pilihan di sana. Tapi usia bukan urusan manusia, suka-suka pemilik Hidup.

Makanya tak jarang, banyak orang tua menjadi "gila", meski untuk beberapa jenak, saat menyaksikan kepergian anak-anaknya tercinta. Dan diam-diam acap menggugat Gusti Allah, sembari mengajukan pertanyaan; mengapa bukan dirinya saja yang lebih tua, diambil lebih dahulu, sebagaimana galibnya kehidupan, daripada anaknya lebih dulu.

Karena itu, semua lidah harus mengakui, semua badan harus membungkuk memberikan hormat, sedalam-dalamnya, setakzim-takzimnya, jika menjumpai ada orang tua, yang dengan segala kekuatan dan ketabahannya, mampu menanggungkan perasaan kehilangan anaknya.

Seperti saat ini yang sedang terjadi dengan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, atas kehilangan anak mereka; Emmeril Khan Mumtadz.

Meski sangat mungkin Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, sudah mengikhlaskan "hilangannya" anak tersayang mereka, tapi hati manusia tidak ada yang tahu.

Walau jauh-jauh hari Atalia acap membacakan sajak Kahlil Gibran; // Anakmu bukanlah anakmu./ Mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan terhadap dirinya sendiri./ Mereka terlahir lewat dirimu, tetapi tidak berasal dari dirimu./ Dan, meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu// (Almustofa, The Prophet, Sapardi Djoko Damono).

Tapi membacakan sajak dan menghayati kehidupan dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda. Untuk itu, kita semua sepatutnya mengirimkan doa kepada Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, juga banyak orang tua lainnya, yang kehilangan anak-anak mereka. Tapi memilih menguatkan diri mereka sendiri, alih-alih tenggelam dalam kesedihan tak berujung.

Seperti saat ini Ridwan Kamil dan Atalia Praratya memilih kuat berdiri di samping sungai Aare di Bern, Swiss. Sembari diam-diam melangitkan doa ke langit. Terus mengetuk pintu langit untuk mempertemukan mereka dengan anak mereka; Eril.

Kita tahu, semua orang maklum, sekarang hidup terasa sangat berat dan gelap bagi Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Tapi saya yakin seyakinnya, mereka berdua adalah orang tua istimewa, yang juga akan diberikan persoalan-persoalan istimewa.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB
X