Memberantas Iklan Porno di Pers Online

- Kamis, 2 Juni 2022 | 10:19 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Porno Bukan Kemerdekan Pers 

Kemerdekaan jelas mutlak perlu. Kemerdekaan merupakan salah satu soko guru terpenting dalam mekanisme demokrasi. Oleh karena itu, kemerdekaan pers perlu dilindungi sampai titik maksimal. Kemerdekaan pers tidak boleh direduksi sekecil apapun.

Namun mengiring dan menyebabkan kerusakan moral dan kesusilaan masyarakat, seperti dengan sengaja menghadirkan iklan -iklan cabul, mesum dan porno, pastilah itu bukan bagian dari kemerdekaan pers.

Makanya jika telah diberikan warning hal seperti ini masih juga ditayangkan, bukan saja boleh ditindak, melainkan juga sebaiknya memang diberikan hukuman, meskipun berbentuk pidana denda.

Wina Armada Sukardi, Penulis sejumlah buku hukum pers.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB
X