Dampak Ganjar Dituduh Celeng?

- Kamis, 2 Juni 2022 | 13:40 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi. 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Sebagian kader PDIP semakin sewot ke Ganjar Pranowo. Tidak tanggung-tanggung, Bambang Wuryanto, salah satu kader militan PDIP, menjuluki dan mencap Ganjar celeng alias babi hutan!. 

Istilah yang sangat kasar ini tentu menunjukan kekesalan Bambang Wuryanto, sekaligus gaya komunukasi politiknya. Selain itu pastilah Bambang Wuryanto sudah mendapatkan “restu” dari elite politik untuk “menghajar” Ganjar, sehingga dia begitu berani memakai kata yang untuk orang umum sekalipun sangat kasar. 

Sebelumnya Trimedya Pandjaitan juga terang-terang menuding Ganjar sebagai orang yang congkak. Dan kendati Trimedya bukan orang Jawa, dia juga menyebut Ganjar “kemlinthi,” yang artinya kurang lebih sok pinter, menyebalkan dan banyak bicara. 

PDIP nampaknya perlu berhati-hati dalam menghujat Ganjar. Hinaan dan celaan yang dimaksud untuk menjatuhkan reputasi Ganjar sekakigus menghancurkan citra politik Ganjar, bukan tak mungkin justeru dapat berbalik arah menjadikan semakin melambungkan nama Ganjar, sekaligus memperkuat elektabilitasnya. 

Ingat kasus Taufik Kiemas dengan Bambang Susilo Yudhoyono (SBY)? Sebenarnya elaktibilitas SBY pada era pemilu waktu itu, dibanding dengan Megawati, gak ada apa-apanya. Kata orang, maaf, gak ada seupil-upilnya acan. Tapi begitu TK, sebutan Taufik Kiemas, menjuluki SBY sebagai jenderal seperti murid SD yang kekanak-kanakan, langsung elektabikitas SBY melangit dan sebaliknya elaktibilitas Mega nyungsep.

Walhasil kala itu SBY mampu mengalakan Megawati dalam pemilu pilres.

Kenapa begitu? Rakyat Indonesia selama ini rupanya merasa SBY menjadi korban dari bully dan penzoliman, sehingga rakyat lebih bersimpati kepadanya dibanding kubu yang menzolimi.

Disinilah, salah-salah PDIP malah justeru menyediakan karpet merah buat Ganjar.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X