Dinasti Saudagar Perfilman

- Jumat, 3 Juni 2022 | 18:09 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

Oleh Akhlis Suryapati

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Nama Manoj Punjabi berkibar dengan perusahaannya bernama  MD Pictures, setelah sukses film-film yang dieksploitasinya (KKN Di Desa Penari, Kukira Kau Rumah, Makmum2, Layang-Layang Putus). Kalau ada diskusi bertema ‘apa di balik rahasia suksesnya?’,  maka saya memberi catatan: Hal ini tidak terlepas dari berlakunya sistem dinasti saudagar pada industri perfilman nasional

Dinasti adalah sebuah sistem reproduksi kekuasaan yang mengandalkan keturunan. Saudagar adalah istilah untuk menyebut orang yang memperdagangkan sesuatu dalam jumlah besar.  Manoj Punjabi dengan MD Pictures adalah saudagar  (orang yang memperdagangkan film dalam jumlah besar), melanjutkan tradisi keluarga sebelumnya dalam Dinasti Punjabi.

Film-film laris yang saya sebutkan di atas, adalah produksi perusahaan lain. Termasuk pula film Naga Naga Naga  (sutradara dan pemain: Deddy Mizwar) yang 16 Juni ini release, adalah produksi Citra Sinema Film dengan produser tercantum Zairin Zein.

Manoj Punjabi adalah putra dari Dhamoo Punjabi, salah seorang dari tiga bersaudara dalam dinasti yang sama. Dhamoo Punjabi bersaudara dengan Raam Punjabi dan Gobind Punjabi, bersama membangun Parkit Film. Tahun 1990-an tatkala berlangsung booming film televisi (sinetron), Raam Punjabi sempat mendapat julukan sebagai Kaisar Sinetron Indonesia, melalui perusahaan jelmaan Parkit Film – bernama Tripar Multivision Plus.

Kegiatan Raam Punjabi dalam perfilman masa itu bukan hanya menjadi produser, melainkan juga membeli hak siar sejumlah film dari perusahaan lain, memperdagangkan film-film impor, serta kegiatan-kegiatan dagang film lain, termasuk usaha bioskop.

Pada saatnya Dhamoo Punjabi memisahkan diri dari Parkit Film, mendirikan MD Entertainment (sekarang MD Pictures) seraya mengkader putranya, ya,  Manoj Punjabi ini. Sedangkan Gobind Punjabi sempat mendirikan perusahaan film bernama Sentra Mega Kreasi, belakangan tak terdengar perkembangannya. Barangkali karena tidak memiliki pewaris yang melanjutkan tradisi sistem persaudagarannya. 

Ada pun ‘Sang Kaisar’ Raam Punjabi, mewariskan tradisi persaudagarannya di perfilman kepada anak bungsunya Amrit Punjabi, setelah anak sulungnya bernama Ameet Punjabi meninggal dunia.

Dalam lingkungan dinasti ini, pernah bergabung juga Chand Parwez Servia yang kemudian juga menjadi saudagar film sukses dengan perusahaannya bernama Kharisma Starvision. Juga ada nama Shanker RS yang setelah meninggalkan Tripar Multivision Plus bergabung dalam perusahaan Indika Entertainment, kemudian perusahaan Digital Film Media.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X