Dinasti Saudagar Perfilman

- Jumat, 3 Juni 2022 | 18:09 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

Begitu pula kiranya, saudagar-saudagar film yang mewarnai awal terbangunnya industri perfilman di Indonesia, banyak yang tamat atau dinastinya dalam perfilman tidak berlanjut, karena kurang punya pewaris yang berjiwa saudagar. 

Seperti kita tahu, di masa lalu kita mencatat saudagar-saudagar film seperti keturunan  importir film bernama The Teng Chun (Cino Motion Pictures, Java Industrial Film, Bintang Surabaya),  Tan Kuan Jauw (Tan’s Film, Tan’s Film Co), si ‘Si Raja Bioskop’  Fred Young (Majestic Pictures, Fred Young Film Co), hingga era Hatoek Subroto (PT Pudja Film Surabaya, Indomark Putra Film, PT Far Eastern Film, hingga PT Elang Perkasa Film), atau Leo Sutanto (Era Mandiri Graindo, Indika Era Mandiri, Prima Entertainment, dan Sinemart). 

Mereka yang saya sebutkan ini, bukan hanya tercatat sebagai produser film, melainkan juga ada yang juragan bioskop, importir, rental peralatan, hingga broker (pengedar atau distributor).

Nah sampai di sini saya memberi catatan; saudagar-saudagar film yang dinastinya bertahan  dengan perusahaan filmnya – kebanyakan adalah mereka yang menganut sistem reproduksi kekuasaan (manajemen dagang) dengan mengandalkan keturunan keluarga; alias sistem dinasti.

Saudagar film Gope T Samtani (Rapi  Films) sampai sekarang dinasti perusahaannya bertahan dan terus berkembang, karena ada pewarisnya berjiwa saudagar bernama Sunil Samtani.

Saudagar film Ram Soraya (Soraya Intercine Film), dinasti perusahaannya bertahan dan berkembang karena menganut sistem reproduksi kekuasaan keluarga dengan pewarisnya bernama Sunil Soraya. 

Saudagar film Hendrick Gozali (PT Garuda Films) punya pewaris anak kandung bernama Charles Gozali untuk melanjutkan dinasti dalam perusahaan filmnya.

Begitu pun saudagar-saudagar perfilman seperti Harris Lasmana (Nusantara Film – Cineplex 21 Group) dan ‘saudagarnya’  saudagar Benny Suherman (Jaringan XXI); mereka mempercayai sistem manajemen dinasti untuk melanjutkan kehadirannya di industri perfilman; dengan mewariskan kekuasaan usaha pada keluarga: Anak, keponakan, menantu juga. 

Silahkan lanjut menyelusuri sendiri, perihal dinasti saudagar dalam industri perfilman kita ini.

(Jakarta, 3 Juni 2022).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X