Che dan Borobudur

- Rabu, 8 Juni 2022 | 12:11 WIB
Che Guevara dan Borobudur (Istimewa)
Che Guevara dan Borobudur (Istimewa)

Oleh Benny Benke

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Pada bulan Desember 1951, seorang mahasiswa kedokteran asal Argentina berusia 23 tahun, anak orang kaya raya, ganteng, pinter dan gelisah, melakukan perjalanan melintasi Amerika Latin dengan motornya. Perjalanan serupa ahasveros itulah yang akhirnya mengubah hidupnya secara mendalam

Berkat perjalanan itupula, untuk pertama kalinya Che, demikian akhirnya dunia memanggilnya, menyaksikan langsung efek imperialisme Amerika dalam kehidupan orang Amerika Latin.

Che muda yang menyimpan banyak pertanyaan di kepalanya menyaksikan dengan matanya sendiri, orang-orang kecil dipaksa bekerja di tambang batu bara, budaya asli dieksploitasi sedemikian rupa, hingga menciptakan kemelaratan. Pasien kusta di mana-mana tanpa perawatan medis yang sepatutnya, diperlakukan layaknya orang buangan saja.

Pemandangan mengenaskan ini diamdiam membuatnya nesu, sebelum pada akhirnya membuatnya ngamuk dengan caranya sendiri. Rebel with couse.

Kelak, karena pengalaman yang membekas di hatinya ini, dia mendaku bukan sebagai orang yang sama lagi. Perjalanan itu telah mengubah dirinya lebih dari yang diapikirkan.

Kapitalisme menjadi musuh besarnya. Dan Amerika ada dibalik semua itu.

Che menyadari bahwa kekuatan kapitalis imperial Amerika dan kekuatan feodal begitu brutal sehingga satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka adalah melalui kontra-revolusi. Yang tentu saja melibatkan pilihan final; mengangkat senjata.

Che telah menyaksikan langsung bagaimana AS menghancurkan para pemimpin sosialis yang terpilih secara demokratis dan menggantikan mereka dengan diktator genosida, seperti dalam kasus Pemerintah Arbenz di Guatamala yang eksploitatif, saat itu.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X