Che dan Borobudur

- Rabu, 8 Juni 2022 | 12:11 WIB
Che Guevara dan Borobudur (Istimewa)
Che Guevara dan Borobudur (Istimewa)

Maka, mulai saat itu, dia memutuskan bergabung dengan sekelompok kecil gerilyawan yang dipimpin oleh Castro Bersaudara yang berada di pengasingan dari Kuba, dan bermaksud menggulingkan pembunuh massal dan diktator yang didukung CIA, Fulgencio Batista.

Singkat cerita, Che terlibat dengan intens pembentukan negara demokrasi revolusioner di #Kuba, dan mempelopori hukum progresif setelah revolusi. Guevara menekankan perlunya literasi dan reformasi tanah. Buahnya tidak main-main.

Pada tahun 1959, tingkat melek huruf resmi menjadi 60-76 persen, dengan daerah pedesaan mendapatkan akses ke pendidikan untuk pertama kalinya. Pada Mei 1959, ia juga memperkenalkan Undang-Undang Pembaruan Agraria, yang berusaha memecah kepemilikan tanah yang luas dan mendistribusikan kembali tanah kepada petani yang menggarapnya, koperasi, dan negara.

Merasa mentok pengalamannya dengan Cuba, pada tahun 1965, Che Guevara mengundurkan diri dari Pemerintah Kuba, dan melakukan perjalanan ke Kongo dan Bolivia, untuk membantu gerakan anti-imperialis, anti-rasis, dan anti-kolonial di sana.

Sayangnya, nasib selalu punya caranya sendiri menciptakan orang-orang besar menjadi jauh lebih besar setelah kematiannya.

Di Bolivia, Che ditangkap dan ditembak mati oleh tentara yang didukung CIA. Selama bertahun-tahun kemudian, Pemerintah Amerika mengklaim perintah tembak mati itu adalah perintah yang "bodoh", meski datangnya dari Gedung Putih.

Setelah kematiannya, Guevara diangkut dengan helikopter dan diarak oleh warga Bolivia, yang sangat menghormatinya, yang bahkan membandingkannya dengan Yesus.. ...

Bayangkanlah saat Che yang sempat ketemu Soekarno, dan mampir di Borobudur tahu jika pada sebuah massa atas nama apapun, tiket naik ke puncak Borobudur dihargai sedemikian rupa jumlahnya...

jangan-jangan Che akan menggeser perlawanannya di perbukitan Menoreh, layaknya Pangeran Diponegoro melawan kolonialisme Wallanda. Khawatir Borobudur hanya bisa dinaiki orang kaya belaka....rakyat yang tak ada rejeki, cukup jadi penonton di rumahnya sendiri...

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X