Petrus

- Jumat, 10 Juni 2022 | 10:30 WIB
Alumni SMID Semarang berhimpun di Jakarta. (SMID Semarang)
Alumni SMID Semarang berhimpun di Jakarta. (SMID Semarang)

Oleh Benny Benke

JAKARTA.Jakarta.Suaramerdeka.com,- Adakah organisasi yang lebih "menyedihkan" selain #KomunitasPasienCuciDarahIndonesia (KPCDI)? Hanya di organisasi ini, para anggotanya terbiasa dan terlatih menyaksikan dan menerima "kepergian" kawan-kawan sesama pasien gagal ginjal kronik. Bahkan semasa pandemi ini saja, lebih dari 50 ribu pasien gagal ginjal kronik di Indonesia, yang tercatat KPCDI, meninggal dunia.

Di grup WA KPCDI sudah menjadi hal yang biasa, hari ini seseorang masih terlibat aktif dalam sebuah pembicaraan, demi menggodok dan mematangkan rencana organisasi, besoknya yang bersangkutan sudah tiada.

Kematian datang dengan cara yang paling lekas, nir basa basi dan anggota KPCDI dipaksa untuk menerimanya. Siap atawa tidak. Mampu mengolah logika dan perasaan, tidak ada urusan. Kenyataan dipastikan akan selalu menang jika berkelahi dengan logika dan perasaan manusia.

Petrus dan Aan Rusdianto (Bb)

Betapapun sangat menyedihkannya organisasi ini, tetap harus diadakan, dipelihara dan dijaga institusinya. Mengapa demikian?

"Karena harus tetap ada harapan di KPCDI. Paling tidak untuk anggotanya. Sekaligus tempat untuk membangun kesadaran anggotanya, mereka tidak sendirian, ada puluhan bahkan ratusan ribu orang bernasib sama dengan mereka. Dan mereka tidak boleh kecil hati. Meski peri kehidupannya susah sekali. Dan kita sangat maklum sekali, lebih banyak air mata dan kesedihan di organisasi ini," kata Petrus a.k.a Peter Hari yang menginisiasi berdirinya KPCDI.

Petrus adalah manusia pilihan, dia biasa dan hobby berorganisasi. Tak terhitung berapa kali dia mengorganisir buruh, juga kaum miskin kota pada era Orba. Serta turut membangun SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) sebelum menjadi PRD (Partai Rakyat Demokratik). Hingga akhirnya gagal ginjal itu tiba, dan memaksanya dua kali dalam seminggu mencuci darahnya......hingga kini.

Jangan tanyakan kepada Petrus, berapa lama dan kali pindah penjara selama Orba berkuasa. Setelah menangkap dan menyiksanya, dengan cara paling gila; menculiknya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Terkini

Kuda Hitam Pilpres 2024.

Jumat, 9 Desember 2022 | 02:22 WIB

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X