Tahanan Kota

- Selasa, 14 Juni 2022 | 22:06 WIB
Petrus (Koleksi Pribadi Petrus Hariyanto)
Petrus (Koleksi Pribadi Petrus Hariyanto)

Oleh Petrus Hariyanto

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Tahanan kota, bisa dibilang begitu sebagai pasien cuci darah. Bagaimana tidak? Seminggu dua kali harus menunaikan "ibadah" dialisis. Mau pergi ke luar kota malas karena ribet, harus mempersiapkan tempat traveling terlebih dahulu. Hal itu nggak mudah, perlu berjibaku nanya sana- sini, apalagi kota yang mau dikunjungi sangat asing bagiku.

Ini pengalamanku ketika ibuku meninggal, aku harus pulang dan menginap cukup lama di kampung Tentu saja harus cuci darah di desa. Ketika minta bantuan keluarga mereka tidak tahu rumah sakit yang menyediakan layanan hemodialisa.

Akhirnya, nanya sesama anggota Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) dan berhasil menemukan unit dialisis yang dapat untuk traveling. Sayangnya, sobatku ini berdomisili di Kota Semarang, sementara aku akan menginap di Ambarawa

Ambarawa adalah kota kecamatan, jarak dengan Kota Semarang cukup jauh, butuh waktu dua jam bila memakai kendaraan umum.

Proses pemakaman ibu ternyata menyita fisik dan tentu psikisku. Ketika badan sudah penuh racun dan cairan, ditambah fisik menurun aku harus pergi ke Kota Semarang. Jarak tempuh yang jauh juga semakin membuat tubuhku limbung. Dan akhirnya aku cuci darah tidak tuntas selama lima jam karena tubuhku drop. Aku mengangkat tangan dan meminta suster mengakhiri proses cuci darahku

Peristiwa ini sangat membekas bagiku, membuat aku malas berpergian. Alhasil, aku selalu menyatakan diri "tahanan kota" bila disuruh pergi keluar kota.

Baru-baru ini diluncurkan aplikasi klikdialisis, dan kebetulan KPCDI mendukung kelahirannya karena sangat membantu pasien cuci darah. Ketika aku mencoba aplikasi itu, ternyata di sekitar desaku dengan radius tidak jauh banyak bertebaran rumah sakit dan klinik penyedia layanan hemodialisa.

Ketika memilih salah satu rumah sakit, aku menemukan data yang cukup lengkap. Bahkan, ada nomor yang bisa dihubungi untuk bertanya apakah ada layanan traveling? Apakah masih ada slot yang tersisa? Apa saja syaratnya?

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB
X