Merajut Prestasi Kejar Investasi

- Jumat, 17 Juni 2022 | 06:00 WIB

 

HASIl KAJIAN Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menunjukkan, daerah dengan tata kelola yang baik memiliki tingkat daya saing tinggi. Hal ini merupakan salah satu modal penting dalam upaya menarik investasi.
“Tata kelola yang baik menjadi jalan bagi daerah untuk jemput bola investasi,” demikian salah satu simpulan yang mencuat terkait upaya daerah menarik investasi dalam.dan luar negeri.
Adapun tata kelola yang baik tercermin dari perencanaan dan penganggaran yang fokus, partisipatif, dan mengusung keberlanjutan. Hal tersebut dapat tercapai apabila pemerintah daerah memiliki kelembagaan dan pelayanan publik yang sudah bersinergi dengan teknologi.
Dengan pelayanan online , semakin sederhana prosedurnya sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya tinggi.
Ini sekaligus menjadi bukti, kreativitas dalam menghadirkan inovasi pemerintahan merupakan faktor epsilion yang mendeterminasi peningkatan pilar tata kelola yang baik.
Hal itu perlu didukung dengan regulasi yang dilandasi dengan prinsip keberlanjutan untuk menciptakan iklim investasi hijau. Caranya melalui restrukturisasi finansial yang inovatif dengan memastikan stimulus investasi hijau tidak bergantung pada cara business as usual.
Sesuai dengan skenario Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang disampaikan Bappenas pada 2022, proyeksi rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen hingga 2024. Itu apabila didorong dari area pertumbuhan hijau (green growth).
BKPM sebagai wakil pemerintah di bidang investasi terus berupaya mendukung iklim investasi di daerah dengan menguatkan pasar domestik. Pihaknya akan mendorong pemerataan investasi mengingat realisasi investasi terbesar masih berada di Pulau Jawa, terutama di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Terungkap, akan ada insentif investasi di bidang usaha tertentu dan daerah tertentu untuk menggenjot pemerataan tersebut. Selain itu, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja dianggap sebagai sinyal positif untuk penyederhanaan perizinan yang berbasis risiko di daerah.
Dari BKPM akan mengupayakan investasi berkualitas yaitu dengan pemerataan investasi di daerah.

Mewujudkan Investasi Berkelanjutan

Kini, pelbagai pemerintah daerah mengupayakan berbagai inovasi untuk mendorong investasi berkelanjutan. Salah satunya dengan berinovasi pada komoditas andalan daerah. Sebab daerah saat ini memerlukan hilirisasi akan potensi yang ada, salah satunya dengan berinovasi.
Daerah bisa memetakan sektor yang memiliki potensi besar bagi investor tersebut. Selain itu untuk pemerataan ekonomi daerah diperlukan peran penyambung investor dengan pelaku usaha, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan peningkatan alternatif sumber pendanaan lokal.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh daerah untuk menarik investasi asing. Terlebih diperoleh informasi, investor global seperti Australia, tertarik pada daerah dengan regulasi dan tata kelola yang baik. Khususnya proses perizinan yang tidak berbelit-belit.
Untuk itu, pemerintah daerah diminta lebih inovatif dalam mempersiapkan kegiatan-kegiatan promosi investasi baik bagi investor internasional maupun bagi investor dalam negeri.
BKPM pun berharap promosi investasi di daerah harus lebih canggih dengan memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi informasi yang ada.
Daerah perlu menggunakan metode yang inovatif untuk mendukung upaya menawarkan peluang investasi yang ada. Fokus utamanya adalah pengembangan Business Model yang baik sesuai potensi daerah dan peluang investasi yang ada. Salah satu alasannya daerah merupakan ujung tombak dalam meningkatkan masuknya investasi ke Indonesia.
BKPM mempersilahkan semua pemda untuk mengoptimalkan kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di delapan wilayah kerja seluruh dunia untuk memfasilitasi kerja sama antara mitra investor dengan berbagai provinsi Indonesia.
Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri menjelaskan profil investasi daerah yang ditawarkan harus berkelanjutan, memiliki dampak postif dan jangka panjang.

Sebuah proyek investasi provinsi harus memberikan paket informasi yang lengkap, konektivitas yang jelas serta keuntungan yang didapatkan oleh pihak investor,.
Salah satu contoh konkrit di Jawa Tengah. Sebagaimana dilaksanakan Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Jawa Tengah yang mengklaim kegiatan promosi dan pengawalan investasi merupakan tugas seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Contoh nyata adalah, pihaknya memiliki Keris Jateng yang merupakan sinergi dari pemerintah, Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian khususnya investasi di wilayah Jawa Tengah.
Master Class Promosi Investasi Daerah merupakan salah satu program pelatihan bertahap untuk mendukung pemerintah provinsi menyusun portfolio investasi yang tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan calon investor di setiap wilayah kerja. Program ini dirancang oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Masing-masing provinsi harus memanfaatkan program Master Class ini untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi dan mengembangkan profil proyek yang baik agar mudah dipasarkan,.
Event promosi diantaranya penting dilakukan untuk menebarkan informasi positif kepada calon investor agar mau menanamkan modalnya di Indonesia. Selain itu, yang tak kalah penting untuk terus dilakukan adalah membenahi iklim investasi agar semakin kondusif dan regulasi yang tumpang tindih, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja industri.

Selain itu, pemberian insentif juga sangat dibutuhkan untuk menarik minat investasi. Indonesia harus bersaing memperebutkan investasi dengan negara-negara tetangga yang lebih banyak memberikan insentif. Padahal, banyaknya insentif yang diberikan akan menentukan keputusan investor menanamkan modal. Insentif yang diberikan pemerintah Indonesia sejauh ini dinilai belum ‘nendang’. Indonesia dinilai kurang agresif dalam memberikan insentif kepada investor.
Unsur leadership menjadi sangat penting dalam menarik investasi, membangun infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan memberi pelayanan publik yang prima.
Keempat faktor itu memiliki peran besar dan saling terkait untuk menjadikan Indonesia lebih baik di masa depan.
Beberapa daerah masih tetap memperoleh penghargaan yang menandakan bahwa kepala daerah bekerja dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Belum lama ini dipelopori oleh media, mencuat ke permukaan Indonesia’s Attractive Index (IAI) yang tujuannya memberi kesadaran kepada pemimpin daerah untuk memacu daerahnya menjadi tujuan investasi. Pada saat yang sama kepala daerah perlu mengembangkan strategi yang sesuai, serta memberi informasi seluas-luasnya tentang kesempatan investasi di daerah.
Munculnya IAI ini akan memicu daerah mengembangkan potensi investasi yang khas di masing-masing daerah .Untuk itu perlu ada perubahan paradigma dalam pelayanan pubik.Intinya pemerintah harus lebih proaktif melayani masyarakatnya karena pergeseran kebutuhan akibat perkembangan teknologi harus diantisipasi oleh kepala daerah. Ini adalah tantangan besar bagi daerah untuk maju dan terus berkembang karena masih banyak persoalan hukum yang membelit tata kelola pemerintahan daerah.
Kecermatan dan kreativitas kepala daerah dalam mengelola daerah membuktikan bahwa daerah dapat berkembang dengan lebih baik. Pengembangan empat pilar indikator yaitu investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik bakal menarik banyak investor berlomba menanamkan investasinya ke daerah.(Budi Nugraha)


Nama :Budi Nugraha
Media .:HU Suara Merdeka
Alamat.Email : bunung2011@gmail.com
No HP : 081280970879

 

 

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X