Chairil Anwar Yang Terpental

- Rabu, 6 Juli 2022 | 10:36 WIB
Doddi Achmad Fauji (Koleksi Pribadi DAF)
Doddi Achmad Fauji (Koleksi Pribadi DAF)

Oleh Doddi Ahmad Fauji

Pada 26 Juli 1922, penyair Chairil Anwar lahir, berarti di tahun 2022 ini, si Binatang Jalang itu berusia Satu Abad.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- SEBERAPA penting penyair hadir bagi sebuah bangsa?

Siapa dia yang teriak-teriak itu?” tanya Caesar kepada para punggawanya, saat mereka berjalan di alun-alun hendak menemui kerumunan masa.
“Dia penyair, Caesar!”
“Negara tidak butuh puisi. Gantung penyair!” Kata Caesar.

Penggalan dialog di atas, terdapat dalam naskah Julius Caesar gubahan William Shakespeare. Naskah tragedi bermuatan politik ini pernah dipentaskan oleh Studiklub Teater Bandung dari terjemahan Asrul Sani, dengan sutradara Suyatna Anirun, pada 1997 di lima Kota Pulau Jawa, tentu salah satunya di Kota Bandung.

Pada 1997 juga, Julius Caesar versi terjemahan Ikranagara, dipentaskan oleh Teater Lembaga IKJ di Jakarta, dengan judul dirombak Brutus Vs Caesar.

Lakon Julius Caesar berkisah tentang siapa pahlawan dan siapa penghianat, ketika Julius rubuh ditikam pedang Kaska yang bengis, dan pastinya yang paling menyakitkan, adalah tusukan terakhir dari pedang Brutus sebagai anak asuhnya. “E tu Brutus?” (kamu juga Brutus), kata Julius, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir.

Lakon Julius Caesar dipentaskan STB dan Teater Lembaga, seakan memprediksi bakal terjungkalnya Pak Harto setahun kemudian, 21 Mei 1998. Setelah 14 menteri-nya secara serempak mundur dari Kabinet, dan Ketua MPR/DPR Harmoko yang sebelumnya getol mengkampanyekan Pak Harto untuk kembali jadi Presiden, namun tiba-tiba di gedung MPR/DPR Senayan dengan disiarkan TV, Harmoko mengatakan sebaiknya Pak Harto mengundurkan diri jabatan Presiden RI untuk Periode ke-7.

Pak Harto pun lengser keprabon, tapi tak sampai menemui ajal sesakit yang dialami Julius. Namun, sebelum Pak Harto turun tahta, seorang penyair jalanan yang paling garang dalam mengeritik penguasa dan kekuasaan, yaitu Wiji Thukul, hilang dari peredaran hingga sekarang. Berdasar kabar yang tak terusut, Wiji Thukul diculik aparat.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X