Demokrasi Dalam Ancaman Oligarki

- Jumat, 8 Juli 2022 | 09:05 WIB
Gorby Saputra (Arsip Pribadi GS)
Gorby Saputra (Arsip Pribadi GS)

Oleh Gorby Saputra | Pendidik di SMK Al-Muhadjirin, Bekasi.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- SEBAGAI tulisan awalku di sini, aku akan menceritakan dan mengenalkan Siklus Polybius, yaitu siklus bentuk pemerintahan yang dikembangkan oleh filsuf bernama Polybius.

Pemikiran dia sejalan dengan pendapat Aristoteles. Polybius berpendapat, pemerintahan Negara umumnya diawali dengan bentuk monarkhi (kerajaan), di mana seorang raja atau ratu memerintah sebagai penguasa tunggal demi kesejahteraan rakyatnya.

Namun demekian, bentuk pemerintahan semacam ini lama kelamaan akan merosot menjadi ‘tirani’, ketika raja yang bersangkutan atau raja-raja keturunannya, tidak lagi memikirkan kepentingan umum.

Dalam situasi semacam itu, lalu muncul sekolompok bangsawan yang kemudian menggerakan perlawanan hingga, akhirnya dapat mengambil alih kekuasaan. Saat kekuasaan diperintah oleh para aristokrat, maka pemerintahannya dijuluki Aristokrasi.

Namun karena kekuasaan itu cenderung untuk disalahgunakan, pemerintahan kaum bangsawan yang baik itupun lama-lama akan merosot, kemudian menjadi pemerintahan yang akan mementingkan diri sendiri, yang kerap disebut dengan julukan Oligarkhi, yang justru menindas rakyat.

Akhirnya rakyatlah yang akan memberontak dan menjalankan pemerintahan, sampai akhirnya pemerintahan berganti menjadi Demokrasi. Namun, lama kelamaan pemerintahan demokrasi pun akan jatuh, yang diakibatkan oleh korupsi dan lain-lain, hingga pemerintahan akan melenceng menjadi ‘Oklorasi’.

Di tengah pergeseran semua itu, Polybius meramal akan ada orang yang kuat serta berani untuk mengambil alih pemerintahan, dan menjadi seorang raja, hingga pemerintahan kembali menjadi pemerintahan Monarkhi. Hal ini pernah dicontohkan oleh Kerajaan Perancis saat dijabat oleh Louis XV, yang di-berontak oleh para bangsawan dengan dukungan rakyat.

Namun setelah Kerajaan berganti menjadi republik, ternyata revolusi yang berhasil meruntuhkan monarkhi Louis XV mengalami kekacauan, dan bangkitlah putra mahkota, yaitu Louis XVI untuk merebut kembali kekuasaan. Berhasil, dan Perancis kembali menjadi kerajaan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuda Hitam Pilpres 2024.

Jumat, 9 Desember 2022 | 02:22 WIB

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X