Geofakta Soroti " CFW"-Gaya Postmoderisme Sebagai Identitas Baru, Anti-Estetik Namun Demokratis

- Selasa, 12 Juli 2022 | 11:45 WIB

 

BELAKANGAN  kita sering menyaksikan fenomena “Citayam Fashion Week” di media sosial yang disinyalir membawa ekspresi budaya sub-urban dari anak-anak Gen-Z yang membawa istilah baru “SCBD” (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok). Ratusan anak-anak tersebut datang ke sekitar kawasan Dukuh Atas – Sudirman.

Ekspresi menarik dari anak-anak tersebut patut kita perhatikan sebab mereka terlihat menguasai daerah tersebut dalam tatanan ruang publik. Sebab, nyata menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya Jakarta. 


Mengapa menarik ? anak-anak dari pinggiran kota ini (sub-urban) tampil dengan street style non high brand yang menampilkan gaya kontras anti estetika seperti gaya busana pada umumnya.

Baca Juga: Hiii.... IVANNA Meluncur

Mereka berkomunitas untuk kemudian mengambil bagian dalam sebuah perjuangan memperkenalkan kelas mereka kepada publik modern Jakarta. Biasanya kita sebut dengan “perjuangan kelas”.

Beberapa yang kita kenal dengan nama Kurma, Jeje, Bonge sering mendapatkan discover FYP rating tinggi di media sosial. 

Saya mencoba melihat gaya postmodernisme yang tampil pada bentuk fashion fenomena CFW ini. Berikut, melihat percampuran gaya, karakteristik, ide, bahan mode yang mereka pertunjukkan dengan cara melanggar pedoman atau prinsip estetika seni pada umumnya.

Baca Juga: Viral Unggahan Salah Satu Pelatih Fisik Timnas Vietnam U-19: 15 Menit Teman Baik Selamanya!

Bernard Reginster seorang Phd  dalam studi filsafat dan psikologi dari Pennsylvania mengatakan postmodernisme mencoba mendekontruksi sebuah pendekatan bahwa pakaian tidak lagi dikaitkan dengan jenis hirarki tertentu.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X