Sketsa Sosial; Balada Si Budi.

- Senin, 1 Agustus 2022 | 14:51 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Inilah Balada si Budi, seorang anak yang dalam keadaan apapun juga, selalu penuh semangat. Si Budi juga senantiasa sabar dan tawakal, meski mungkin di mata kebanyakan orang sikap itu lebih merupakan kebodohannya ketimbang kearifannya.

Si Budi suci benar hatinya. Dia selalu berbaik sangka kepada siapa pun, bahkan kepada orang yang sengaja melecehkan atau menghinanya. Segala cercaan tak pernah dipandangnya sebagai makian. Hatinya memang sebersih salju dan seputih sutra.

Tubuhnya sehat wal afiat. Tak ada sesuatu yang kurang dari fisiknya, bahkan untuk anak rata-rata seumurannya, Si Budi sedikit lebih tinggi dan lebih besar. Ganteng pula.

Dari segi ini dia tumbuh sebagai anak yang sempurna. 

Hanya sayang beribu sayang, dia memiliki kelemahan mendasar sebagai anak manusia : otaknya bukan saja tidak sempurna, melainkan juga kemampuan berpikiranya di bawah rata-rata manusia normal sebayanya.

Hal ini membuat pikiran Si Budi teramat sangat lambat. Dia sulit sekali memahami sesuatu. Kalau pun akhirnya dia mampu menyerap hal-hal sederhana, lumayan membutuhkan waktu lama. 

Taklah mengherankan, jika si Budi sudah tiga kali berturut-turut tidak naik kelas. Upaya orang tuanya yang tak kenal lelah membantu Si Budi, sama sekali tidak memberikan hasil apapun.

Kendati sudah dibantu dengan berbagai cara, dari pendekatan psikologi, medis, berbagai ritual adat dan agama, tak berbuah sama sekali. Pikiran Budi masih tidak sesuai dengan umurnya. Tanpa bermaksud menghina, IQnya termasuk “IQ jongkok.” Dibanding binatang yang cerdas, IQ Si Budi boleh jadi masih tipis di bawahnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X