Tumbal

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 06:44 WIB
Benny Benke (Doc Pribadi)
Benny Benke (Doc Pribadi)

Oleh Benny Benke 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Di mana rumah pengorbanan pamungkas? Rumah pengorbanan paling puncak yang dilakukan manusia?

Sejarah mencatat, rumah pengorbanan pamungkas atau puncak adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang, siapapun dia, tanpa terkecuali, yang sudi, dengan kesadaran penuh, melakukan dan memberikan hidup dan nyawanya untuk menyelamatkan lian.

Hal ini galib dilakukan tentara dalam berbagai palagan, atau polisi dalam melunaskan tugasnya, juga pemadam kebakaran saat menjalankan kerjanya, serta para orang tua kita yang sebisa mungkin memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Dengan berbagai macam cara. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, demi mencari rejeki. Serta berbagai kerja dan tugas mulia lainnya yang dilakukan orang-orang hebat yang banyak di sekitar kita. Tapi luput dari pandangan kita.

Dalam ranah ketuhanan, pengorbanan, biasanya terjadi dalam ritus keagamaan, di mana suatu benda, atau makhluk dipersembahkan kepada dewa untuk membangun, memelihara, atau memulihkan hubungan yang baik dan laras antara manusia dengan tatanan suci.

Dalam kasus pengorbanan dengan Tuhan, ini adalah fenomena kompleks yang telah ditemukan dalam bentuk ibadah paling awal yang diketahui dan di semua bagian dunia dan agama.

Pengorbanan memang suatu kebajikan, meskipun secara moral tidak selamanya diperlukan. Dan motifnya sangat bisa diperdebatkan. Apakah tepat atau tidak motif itu, sangat terbuka ruang untuk mendiskusikannya.

Meski sebagai tindakan keagamaan dalam ritual kuno, yang melibatkan pengorbanan hewan, pembunuhan dibenarkan. Dalam agama Samawi, kisah pengorbanan banyak jumlahnya.

Tapi kita juga tahu, di mana beda pengorbanan dan yang dikorbankan. Biasanya yang dikorbankan adalah yang lemah, alit, jelata, bawahan dan nirdaya. Yang bahkan tidak mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sendiri, karena memang diciptakan untuk dikorbankan, dikalahkan dan dijadikan tumbal.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X