Hak Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Bank, Kenapa Tidak?

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:07 WIB

"Karena dalam HaKI ada paten sederhana dan lengkap dengan durasi 10 sampai 20 tahun bagi Bank untuk membantu komersialisasi hasil inovasi," kata Prof. Musa. "Lebih detail teknis dan mekanismenya seperti apa, mungkin bisa dibuat FGD (Focus Group Discussion)," sambungnya.

 

Pada sisi lain, tujuan diadakannya hak kekayaan intelektual sebagai akses pemodalan ke bank merupakan solusi yang baik untuk perkembangan industri kreatif Indonesia.

 

Yang pasti, saat ini kesadaran soal HaKI dan royalti boleh dikata sudah tumbuh di masyarakat -- terima kasih untuk Baim Wong dan hebohnya HaKI Citayam Fashion Week.

 

Jadi, saya pikir kita sudah siap untuk tidak menjadikan Hak Kekayaan Intelektual sekadar 'konten' hukum, namun juga laik menjadi 'konten' perbankan.

 

Saya yakin, apapun kendala atas kebijakan ini, yakni Hak Kekayaan Intelektual bisa menjadi jaminan bank, perbankan dan regulator akan mencari jalan keluarnya. Tentunya solusi yang membuat para pekerja kreatif nyaman, dan membuat perbankan aman.

 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X