Pengamat Telematika Abimanyu Wahjoewidajat ,penggunaan hukum modern penting

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:56 WIB
Abimanyu Wahjoewidajat (abwach)
Abimanyu Wahjoewidajat (abwach)

 

Oleh Pengamat Telematika

Abimanju Wahjoewidajat

Terkait dengan ditahannya RS karena kasus cuitan meme stupa, di mana alasannya adalah khawatir yang bersangkutan menghilangkan barang bukti, sepenuhnya saya respect atas keputusan tersebut dan itu adalah kewenangan Kepolisian.

Tetapi sebetulnya hal yang lebih mengemuka adalah mengenai kejadian bahwa yang bersangkutan sampai sakit di kantor polda saat dimintai keterangan akan tetapi kemudian bisa leluasa bepergian ke acara klub otomotifnya dengan dasar sekedar menjaga hubungan baik dengan Ketua klub.

Hal itu tentu menjadi pilihan yang sulit bagi Kepolisian. Apabila alasan penahanan menggunakan kejadian yang kedua maka mungkin saja kasusnya menjadi berkembang bahwa yang bersangkutan mangkir atau menyulitkan penyelidikan dengan cara berpura-pura sakit (terbukti bisa hura-hura pergi kumpul² ke acara klub)
Hal itu sangat mungkin memperberat kesalahan.

Akan tetapi apabila dengan alasan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti maka bila ditelaah dari sudut pandang telematika malah hal itu juga jadi aneh.
Karena dengan pengalaman saya (belasan tahun menjadi saksi ahli baik utk kejaksaaan, kepolisian dan pengacara²) sangat saya ketahui bahwa dalam pembuatan Berita Acara maka pihak kepolisian selalu menekankan serta memastikan dulu keabsahan Barang bukti yang ada, serta hubungannya dengan pihak² terkait (saksi, korban, tersangka, terdakwa)

Jadi saya yakin saat dimintai keterangan pasti RS telah diminta konfirmasi pada Berita Acara yang merujuk atas cuitannya di Twitter baik dalam hal maksud, waktu dan isi cuitan. Hal itu sudah jelas menjadi barang bukti yang kuat, serta pertanggung jawabannya.

Kita ketahui bahwa pengelolaan konten di Twitter kuncinya adalah berdasarkan akun dan kata sandi yang sah. Jadi selaku pemilik akun walau kita jauh dari perangkat digital akan tetapi bila kunci Akun tersebut diberitahukan atau diketahui pihak lain (siapapun dia) maka orang tersebut bisa mempunyai kendali penuh atas suatu isi konten akun, dan mempunyai hak penuh termasuk untuk menghapus konten² atau cuitan²nya. Pelakulah tersebut yang bertanggung jawab atas konten tersebut.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X