Hari Asyura dan Tafsir-Tafsirnya

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:05 WIB
Anis Sholeh Ba'asyin (Koleksi Pribadi Anis Sholeh Ba'asyin)
Anis Sholeh Ba'asyin (Koleksi Pribadi Anis Sholeh Ba'asyin)

Seperti kita tahu, asyura sendiri merupakan sebuah tradisi dengan sejarah yang panjang. Sejak awal tradisi ini tumbuh dalam kerangka pemaknaan yang dinamik, sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah: baik sebelum Islam, di awal perkembangan Islam maupun dalam konteks lokal, yakni pertumbuhannya di Jawa khususnya dan Nusantara umumnya.

Yom Kippur, Asyura, Karbala.

Yang pertama kali harus diingat adalah fakta bahwa tradisi asyura memang punya padanan dalam tradisi Yahudi, yaitu tradisi Yom Kippur -hari penebusan- yang berlangsung pada hari kesepuluh bulan Tisyri menurut penanggalan mereka (atau bulan Muharram menurut kalender Islam).

Dalam tradisi Yahudi, Yom Kippur merupakan hari paling suci, karena secara langsung dikaitkan dengan momen turunnya sepuluh perintah Allah pada Nabi Musa alaihi salam yang menjadi inti agama mereka, dan juga momen selamatnya Nabi Musa dari kejaran tentara Fir’aun.

Di kalangan orang Arab pra Islamasyura adalah juga hari raya penting yang disambut dengan meriah setiap tahunnya. Orang menghias rumah dan kotanya sedemikian rupa dan mengenakan pakaian baru di hari itu.

Dalam Islam, tradisi asyura pertama sekali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam sendiri. Kecuali untuk mengenang dan menghormati momen yang dialami Nabi Musa alaihi salam, tradisi ini juga dipakai untuk mengenang momen-momen kenabian penting lainnya yang konon juga terjadi bertepatan pada tanggal tersebut (misalnya: bebasnya Nabi Nuh dari banjir besar, bebasnya Nabi Ibrahim dari api Namrudz, bebasnya Nabi Ya’kub dari kebutaan dan pertemuannya dengan Nabi Yusuf, naiknya Nabi Isa dls). Karena itu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam kemudian menyunnahkan ummatnya untuk berpuasa di hari tersebut.

Artinya, pada awalnya makna tradisi asyura di dalam Islam memang tak jauh berbeda dengan tradisi yang berkembang di kalangan Yahudi, yaitu berkaitan dengan memori atas peristiwa yang dialami Nabi Musa, ditambah dengan memori atas peristiwa penting yang dialami Nabi-Nabi lain di tanggal tersebut.

Tapi tak berselang lama setelah pemaknaan dalam kerangka ini dipakai, muncul peristiwa besar dalam sejarah Islam: terjadinya peristiwa Karbala. Yakni terbunuhnya Imam Husain -cucu sang Rasul shalallahu alaihi wassalam– yang secara kebetulan bertepatan dengan tanggal 10 Muharram atau hari asyuratersebut.

Ini yang kemudian menggeser -atau paling tidak memberi penekanan lain- tentang makna asyura bagi sebagian kaum muslim. Peringatan asyura bukan lagi melulu tradisi untuk mengenang peristiwa yang dialami Musa alaihi salam atau Nabi-Nabi lain di masa lampau; tapi sekaligus menjadi tradisi mengenang syahidnya Imam Husain.

Dikalangan Syiah misalnya, justru kenangan atas syahidnya Imam Husain-lah yang lebih dominan mewarnai tradisi asyura; sementara kenangan atas peristiwa Nabi Musa dan Nabi-Nabi lain, mulai sayup-sayup tertinggal di latar belakang.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Negara Jerman(2):Hazrina Puteri Nabilla

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:38 WIB

MenantikanKebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Harkat Martabat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB
X