Polri dan Kotak Pandora 303

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:00 WIB
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Brigadir J dibunuh karena mengetahui rahasia perselingkuhan dan bisnis gelap Irjen Ferdy Sambo. Demikian Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum kekuarga J terkait motif pembunuhan polisi bernama lengkap Nopryansah Yosua Hutabarat itu.

Versi Polri, J dibunuh karena melukai harkat dan martabat Putri Candrawathi, istri Sambo. Namun, Polri menolak menjelaskan detail motif tersebut dengan dalih akan membukanya di persidangan nanti.

Hal itu diperkuat pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md bahwa motif pembunuhan J hanya boleh didengar oleh orang dewasa.

Benarkah? Hanya Polri dan Mahfud yang tahu. Polri tampaknya mau mengakomodasi instruksi Presiden Jokowi agar kasus pembunuhan J dibuka seluas-luasnya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Tapi, terbuka tidak harus telanjang, bukan?

Bagi Polri, terbuka tidak berarti telanjang. Tetap harus ada yang disisakan untuk ditutupi dalam kasus kematian J ini. Jika tidak, kotak Pandora Ferdy Sambo bisa terbuka. Integritas Polri bisa makin terpuruk.

Kembali ke kuasa hukum J. Brigadir itu dibunuh karena tahu rahasia perselingkuhan dan bisnis gelap Sambo. Soal isu perselingkuhan akan terbuka di persidangan. Mungkin. Tapi soal bisnis gelap Sambo, siapa yang tahu?

Banyak yang berspekulasi bisnis gelap Sambo dimaksud adalah perjudian sebagaimana diancam Pasal 303 KUHP. Benarkah? Biarlah fakta yang bicara.

Persoalannya sekarang, akankah Polri membuka tabir rahasia 303 itu? Kita tidak yakin.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB
X