Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo

- Senin, 15 Agustus 2022 | 11:10 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Walhasil, pengungkapan motif di pengadilan tidak meredakan persepsi, analisis, dan dugaan apa motif perbuatan Sambo. Terjadi lagi ketidakpastian yang lagi-lagi merugikan Sambo dan polisi sendiri.

Ini juga membuktikan, semakin cepat pengungkapan motif tindakan Sambo, akan menghasilkan suasana yang semakin baik.
Ketiga, dengan tidak menjelaskan apa motif tindakan Sambo yang oleh sementara kalangan dinilai “sadis,” polisi mudah didakwa telah berlaku diskriminatif.

Kenapa jika untuk masyarakat umum, termasuk beberapa tokoh, selalu diumumkan motifnya, sedangkan untuk Sambo tidak? Kenapa polisi membedakan Sambo dengan yang lainnya? Kenapa polisi diskriminasi, padahal di depan hukum semua subjek hukum sama?

Dampaknya citra polisi akan tercoreng.
Dengan begitu semakin cepat, motif dugaan pembunuhan oleh Sambo, akan menjadi lebih kondusif buat polisi. Tuduhan polisi diskriminatif dapat ditangkis. 

Keempat, penutupan motif dugaan pembunuhan oleh Sambo menimbulkan debat distruktif: harkat martabat siapa yang sebenarnya harus dilindungi oleh polisi? Apakah dalam tupoksi (tugas pokok dan fungsi) polisi diperkenan lebih melindungi harkat martabat perorangan, walupun dia “oknum” polisi, ketimbang melindungi institusi polisinya sendiri , dan melindungi harkat dan martabat masyarakat. 

Jangan dilupa, jika karena kasus pembunuhan yang dilakukan seseorang, dan motifnya diungkapkan polisi, kemudian harkat dan martabat orang itu (dan “komplotan” yang membantunya) menjadi hilang, itu bukan karena polisi. Bukan juga karena masyarakat.

Tapi karena perbuatan terduga pelaku itu sendiri. 

Logikanya, kalau Sambo melakukan dugaan pembunuhan berencana, lantas motifnya dibuka oleh polisi ke masyarakat luas, maka yang menghancurkan harkat martabatnya, ya Sambo sendiri, bukan polisi dan bukan masyarakat luas. 

Disinilah polisi harus lebih menempatkan kepentingan harkat dan martabat instansi kepolisian dan masyarakat banyak, ketimbang seorang oknum polisi, meskipun yang bersangkutan berpangkat bintang dua dan pernah memangku jabatan strategis serta bergengsi di kepolisian.

Jika motif perkara Sambo tidak dibuat terang benderang dapat menimbulkan kesan polisi masih takut kepada Sambo. Setidaknya polisi dinilai melindungi kepentingan Sambo dengan mengabaikan kepentingan institusi polisi sendiri. Begitu juga polisi dapat dicap tak cukup sensitif untuk melindungi harkat dan martabat publik. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB
X