Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:37 WIB
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)

Oleh Benny Benke.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Jika World Internal Security and Police Index (WISPI) dilakukan sekarang, sangat mungkin dan terbuka lebar keniscayaan, Kepolisian Indonesia berada di posisi puncak sebagai lembaga Kepolisian paling buruk di dunia.

Bahkan menggeser lima besar lembaga Kepolisian paling busuk di dunia, yang biasanya diduduki Kepolisian Nigeria, Haiti, Afganistan, Kenya dan Meksiko.

Sebagaimana statistik yang dilakukan WISPI beberapa tahun ke belakang, memang menempatkan Kepolisian Nigeria sebagai Kepolisian terburuk di dunia dengan skor agregat 0,255. Hal ini didasarkan pada penilaian tingkat keamanan internal mereka, kapasitas, proses, legitimasi dan hasil.

Pada poin pertama keamanan internal, kiwari Kepolisian Indonesia bahkan sedang menjadi sorotan dan babak belur. Tersebab seorang Bintang 2 Polisi, memerintahkan anak buahnya menembak dan membunuh anak buahnya yang lain. Sebelum menghabisinya dengan tangannya sendiri.

Lalu mengarang cerita sedemikian rupa, jika pembunuhan terjadi akibat anak buahnya itu, Brigadir J dituduh telah melecehkan istrinya. Atau dalam bahasanya, melukai harga dirinya sebagai seorang suami dan perwira.

Adakah kejahatan yang lebih kejam, selain kejahatan dari seorang atasan yang menghilangkan nyawa anak buahnya sendiri, dengan meminjam atau memaksa tangan anak buahnya yang lain. Setelah itu menfitnah anak buahnya yang telah menjadi mayat sekenanya.

Tidak berhenti di situ, tabungan anak buah yang telah dibunuhnya, dikuras rekeningnya setelah kematiannya. Dan itu dilakukan oleh orang nomor satu di divisi Polisinya Polisi.

Atau Polisi Urusan Internal (Internal Affair/ IA) divisi dari lembaga penegak hukum yang menyelidiki insiden dan kemungkinan kecurigaan pelanggaran hukum dan pelanggaran profesional yang dilakukan oleh petugas di Kepolisian.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X