Kapan Dewan Pers Bersih?

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 11:12 WIB
Dimas Martosuwito  (Dokumen Pribadi Dimas Martosuwito )
Dimas Martosuwito (Dokumen Pribadi Dimas Martosuwito )

 

Oleh Dimas Martosuwito

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-  Nasi goreng yang ada di meja sudah dingin, sudah keras dan kehilangan nikmatnya. Selain karena sudah satu jam didiamkan juga karena saya senewen, setelah duduk di depan sebagai narsumber bersama sahabat lama di media, Jusuf Rizal.

Biasanya saya ada di depan, jadi moderator saja. Bukan narasumber.

Saya mendapat dukungan dari teman sepeliputan, wartawan "Kedulatan Rakyat" Jogya di masa 1990an, yang ngetop sebagai pendiri LIRA ini - dalam menyoroti penyimpangan oknum Dewan Pers bersamaan dengan meledaknya kasus Ferdy Sambo.

Setelah Polri bersih bersih ke dalam (internal), dan menetapkan Ferdy Sambo dan isterinya, Putri Chandrawathi, sebagai tersangka, dan menahan sejumlah anggota Polri lainnya, kini giliran para jurnalis senior mengritisi Lembaga Dewan Pers, yang diduga sempat dibawa ke arus skenario hoax mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo itu.

“Polri sudah bersih bersih, kapan Dewan Pers juga bersih bersih dan menindak oknumnya? " Saya memancing dengan pertanyaan dan pernyatan di depan rekan rekan pers yang berkumpul di rumah makan mbok Berek Ny. Umi di Tebet, siang kemarin.

Saya memang menggugat pengiringan wartawan oleh Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakkan Etika Pers dan Anggota Dewan Pers, setelah disambangi pengacara keluarga Ferdy Sambo di Gedung Dewan Pers pada Jumat, 15 Juli 2022 lalu.

Gugatan saya terus bergulir dan kini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain mengirim petisi ke Change.Org, saya telah mengirim surat kepada Ketua Umum Prof. Dr. Azyumardi Azra agar memecat Ketua Komisi Pengadukan dan Penegakkan Etika Pers, Yadi Hendriana. Karena yang bersangkutan dianggap tidak memahami UU Pers 40/Tahun 2019 dan Kode Etik jurnalistik.

Saya sudah mendapat jawaban dari Dewan Pers tapi ditanda-tangani wakil ketua. Saya menduga Prof Azyumardi Azra selaku Ketua Umum Dewan Pers tidak tahu dan tidak membaca surat saya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X