Yang Tercecer Dari Swami, Dalbo dan Kantata Taqwa, Jilid 3

- Rabu, 14 September 2022 | 15:05 WIB
Personil Dalbo (Istimewa )
Personil Dalbo (Istimewa )

Oleh Erwiantoro Cocomeocacamarica

Launching Dalbo Iwan Fals "Kesurupan".

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Nama grup band DALBO, menurut banyak penggembira musik, dan tentunya mBah Coco, sebagai wartawan abal-abal, terkesan sangat super unik. Bayangkan saja, mosok di jaman itu, untuk membuat grup band, dan menelorkan album hanya sekali dalam seumur hidup? Nggak mungkin, bukan?

Namun, DALBO, sepertinya satu-satu di republik “mbelgedes” ini, satu-satunya grup band di Indonesia, yang bertekad seumur hidupnya, memang ditakdirkan hanya sekali membuat album, bertajuk DALBO, Busyet daghhhhh !

Entah apa yang bergelayut dalam bathin Sawung Jabo, sebagai dedengkot DALBO, yang bisa “barter” album dengan Iwan Fals, saat menelorkan SWAMI 1 dan 2? Entah apa pula, dengan label rekording yang berbeda. SWAMI 1 dan 2 gunakan Airo Records, sedangkan DALBO, gunakan Metrotama Records. Dan, kedua lebel ini, nyatanya asyik-asyik saja?

Di jaman itu, awal 90-an, untuk membuat album, jangan pernah bicara royalti, jangan pernah bicara bisnis antara musisi dan rekording. Di jaman itu, yang ada, kalau sebuah rekording kepincut dengan sang musisi. Maka, semuanya cukup diselesaikan dengan cara-cara, yang namanya “jual putus”. Alias, glondongan, rek!’

Sebelum, mBah Coco cerita tentang judul di atas, hanya mencoba sebagai pengingat. Bahwa, di sampul kaset DALBO, ada goresan Sawung Jawo, dari hati yang paling dalam, untuk album DALBO. Hanya sekali dan selamanya, satu album.

Bacalah, dua alinea coretan Jabo :
Ternyata diam dan mengamati hidup dan kehidupan adalah sesuatu pengalaman bathin yang mengasyikan sekaligus menegangkan. Kelahiran DALBO, adalah akibat benturan dan getaran hidup sehari-hari yang makin lama, makin menguatkan serta membawa kandungan persoalan arus bawah kehidupan.

Kehadiran kami, adalah kewajaran dan suatu perjalanan manusia, yang memilih musik simbol penjelasan dan pelaksanaan apa saja, yang bergerak dan bergolak, yang mengusik pintu-pintu kesadaran kami. Semoga berguna!

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X