Yang Tercecer Dari Swami, Dalbo dan Kantata Taqwa, Jilid 3

- Rabu, 14 September 2022 | 15:05 WIB
Personil Dalbo (Istimewa )
Personil Dalbo (Istimewa )

Malem itu, Wan Abud (panggilan akrab kolega-koleganya di SWAMI, DALBO dan KANTATA TAQWA), duluan tergopoh-gopoh naik ke lantai 2, rumah bercorak serba kayu, milik mas Willy. Sedangkan, mBah Coco, sempat melihat VW Caravelle yang bekas nyrempet becak. Ya ampunnnnn, lumayan dalam goresannya. Sambil, membathin, ini mobil siapa? Atau ini hadiah mobil Iwan Fals dari siapa?

Tahun 1992, Jakarta ditunjuk menjadi penyelenggara KTT Non Blok ke-10, yang berlangsung di JHCC, atau terkenal dengan nama Balai Sidang, Senayan Jakarta. Ada 1050 unit mobil WV Caravelle yang didatangkan Bimantara, milik Bambang Triadmodjo, anak Soeharto. Caravelle, digunakan untuk tamu-tamu petinggi Negara anggota KTT Non Blok. Mobil VW Caravelle tahun segitu, adalah dambaan anak-anak metropolis, bro!

Saat, mBah Coco ikutan naik ke lantai 2, Iwan nangis sejadi-jadinya, sambil mukul-mukul kayu dinding rumah mas Willy.

“Ada apa, Wan? Ngapain pake nangis segala. Semuanya, bisa dibicarakan dengan asyik-asyik saja,” demikian tanya mas Willy kepada Iwan Fals, sambil mengisap dalam-dalam rokok di tangannya. Maklum, mas Willy perokok berat, seolah-olah mirip mBah Coco.

Maaf, setelah Iwan masih mukul-mukul dinding kayu, sambil nangis. Mbah Coco, sengaja turun ke bawah. Agar, kedua legenda ini, mudah dan nyaman berdialog, berdiskusi dan workshop (budaya anak-anak Bengkel Teater).

mBah Coco, jadi teringat peristiwa “kesurupan 1” Iwan Fals. Saat, menjelang Konser Iwan Fals, menuju konser Iwan Fals 100 Kota. Sebelum mendapat ijin dari kepolisian Polda Metro Jaya. Yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, jalan Sudirman, Jakarta. Untuk diperlihatkan kepada pihak berwajib.

Suasana bathin Iwan Fals, saat itu, membrontak dan protes berat. Bahwa, untuk bisa mendapatkan ijin manggung di Parkir Timur Senayan, harus ujug gigi dulu, di depan anggota polisi, agar dapat ijin. Cara-cara pembuat ijin, dianggap Iwan tidak nalar, dan tidak sehat.

Dampaknya, di depan para petinggi polisi, sebelum diberi ijin manggung. Iwan Fals, ternyata membangun sugesti dirinya, sekaligus mempertontonkan cara-cara “kesurupuan”, dengan bernyanyi, berputar-putar sepanjang lagunya. Sekaligus teriak-teriak sekeras-kerasnya. Standart ungkapan protes Iwan Fals, versi mBah Coco.

Pesan “kesurupan 1” saat itu, silahkan tonton saya dengan gaya karakter saya. Dan, silahkan kasih ijin atau tidak. Dirinya, tak peduli. Nalar Iwan Fals, versi mBah Coco. Orang mau menghibur saja, kok dilarang, dipersulit, dan harus kasih contoh.

Nah, “kesurupan 2”, di Manari Kafe, saat launching DALBO. Iwan Fals, dianggap para sahabat personil dalam grup, juga dianggap kesurupan. Sehingga, menjelang keluar dari panggung. Iwan Fals, teriak-teriak histeris. Entah, apa yang ada dalam benaknya?

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X