Yang Tercecer Dari Swami, Dalbo dan Kantata Taqwa – Jilid 4

- Kamis, 15 September 2022 | 11:35 WIB
Personil Kantata Taqwa  (Istimewa )
Personil Kantata Taqwa (Istimewa )

Oleh Erwiantoro Cocomeocacamarica.

Jabo, Aslinya Bukan Personil KANTATA TAQWA.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Sampai hari ini, mBah Coco yakin 100%, bahwa siapa pun, yang pernah mengenal jejak dan sejarah musik grup band bernama KANTATA TAQWA, pasti meyakini, bahwa Sawung Jabo, adalah “personil utama” grup band yang diberi nama oleh penyair legendaris Indonesia, WS Rendra.

Dan, mBah Coco, adalah jurnalis abal-abal, yang bisa menggelitik bathin Sawung Jabo, menjadi sebuah drama tersendiri untuk bertutur jejaknya. Bahwa, saat masuk grup band yang, masih mempertahankan rekor jumlah penontonya. Ketika, konser perdananya, di Stadion Senayan Jakarta, 23 Juni 1990, menyedot 100 ribu lebih. Adalah bukan personil KANTATA TAQWA.

Alkisah.
Dalam suatu hari, menjelang setiap latihan, membuat album SWAMI 1 dan 2. Ceritanya, Iwan Fals, selalu menjemput Sawung Jabo, di rumah kontraknya, namanya Lobi-lobi (sekarang, seberang gedung Salihara), Pasar Minggu. Pasalnya, rumah Iwan Fals saat itu di Condet. Jadi, setiap latihan, Iwan jemput Jabo, menuju Gin’s Studio, Roxy, Jakarta Barat.

Hari itu, setelah latihan di Gin’s Studio, ternyata Iwan Fals, punya jadwal bersambung menuju Kemanggisan, rumah Setiawan Djodi, latihan membangun album KANTATA TAQWA.

Setiap Jabo diajak ikutan Iwan Fals, mampir ke rumah Djodi Setiawan. Ada kebiasaannya, yaitu Jabo menunggu Iwan Fals berlatih, mencetak lagu-lagunya di studio rumahnya Djodi. Menunggu di depan kolam renang Djodi. Jabo, tak pernah tertarik masuk dan gabung ikutan di dalam studio. Walaupun, Iwan Fals, selalu ngajak ikutan nimbrung, selalu ditolak.

Ini soal etika. Jika, yang mengajak pemilik rumah, maksudnya Setiawan Djodi. Maka, otomatis Jabo pasti mau nggak mau akan gabung ke studio. Sebagai orang Jawa, Jabo menjaga kesantunan, bro!

Bayangkan saja, musisi sekaliber Jabo, masih punya rasa “ewuh pakewuh” untuk ikutan di studio Djodi. Karena, sejak awal, hanya diminta Iwan Fals, nemenin. Karena, pulangnya harus bareng. Entah untuk nemenin ke studio atau entah hanya, karena menunggu Iwan Fals latihan. Sehingga, pulangnya ke Lobi-lobi Pasar Minggu, tetap bisa bareng mobilnya Iwan Fals?

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X