Yang Tercecer Dari Swami, Dalbo dan Kantata Taqwa – Jilid 4

- Kamis, 15 September 2022 | 11:35 WIB
Personil Kantata Taqwa  (Istimewa )
Personil Kantata Taqwa (Istimewa )

Dari hasil ngobrol bareng dengan dedengkot KANTATA TAQWA. Akhirnya, mBah Coco punya cerita pendeknya, tentang asal muasal grup band, yang juga unik, antik dan terkesan nyleneh.

Nama KANTATA TAQWA, adalah sebuah pesan dan marwah pencetus gagasan mendirikan grup ini. Yaitu, Willibrodus Surendra Broto Rendra, yang akrab dipanggil WS Rendra. Dan, di lingkungan Bengkel Teater, terbiasa dipanggil Mas Willy.

Bahkan, dalam album Iwan Fals bertajuk “Ethiopia”, tahun 1993, terselip satu lagu, yang dipersembahkan untuk WS Rendra, berjudul “Willy”.

mBah Coco, coba mengudar dua bait, lagu tentang WS Rendra. “Si anjing liar dari Jogjakarta, Apa kabarmu? Kurindu gonggongmu Yang keras hantam cadas Si kuda binal dari Jogjakarta, Sehatkah dirimu? Kurindu ringkikmu, Yang genit memaki onar”

Versi mBah Coco, ada “TRILOGI KANTATA” dari wasiat WS Rendra. Bahwa, untuk mencetak album KANTATA. Yang pertama, adalah KANTATA TAQWA, yang kedua adalah KANTATA SAMSARA. Dan, yang terakhir, KANTATA SAMUDERA. Sayang sekali, KANTATA SAMUDERA, sampai hari ini, belum ada albumnya.

Ada satu grup band dalam jejak sejarah musik Indonesia, memiliki muatan historis antara seni budaya entertaint dan politik. Nyatanya, hanya milik KANTATA TAQWA. Dan, kalau dicermati secara jernih, maka mBah Coco menilai bahwa KANTATA TAQWA itu, adalah WS Rendra, atau yang terbiasa akrab dipanggil Mas Willy.

Ada “TRILOGI KANTATA yang dalam “buku putih” Sang “Burung Merak” ini sejatinya belum selesai sebagai sebuah sejarah perjalanan kontemplasi WS Rendra. Khususnya, dalam membangun dunia teater, seni sastra dan entertaint dalam arti musik seluas-luasnya.

Awalnya, KANTATA TAQWA adalah episode pertama yang disuguhkan Mas Willy dalam menyulap imajinasinya ke bentuk panggung teater, sastra dan musik. Kemudian, dalam epiode keduanya, lahirlah KANTATA SAMSARA.

Namun, setelah mas Willy “mangkat” (meninggal, 6 Agustus 2009), ada satu episode yang masih terpendam dalam bilik kamarnya di kawasan Cipayung, Depok tersebut, sebagai episode akhir dari KANTATA, yaitu KANTATA SAMUDERA.

Pertanyannya, apakah sisa-sisa personilnya yang tersisa, Iwan, Djodi dan Jabo, masih punya nyali dan tetap sehat, untuk memiliki “hati” melanjutkan sisa karya Mas Willy, yaitu KANTATA SAMUDERA?

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X