Yang Tercecer Dari Swami, Dalbo dan Kantata Taqwa – Jilid 5. Umpama Jabo dan Iwan Fals Satu Panggung Lagi.

- Sabtu, 17 September 2022 | 10:03 WIB
Umpama Jabo dan Iwan Fals Satu Panggung Lagi. (Istimewa )
Umpama Jabo dan Iwan Fals Satu Panggung Lagi. (Istimewa )

Dari CCTV mBah Coco, ternyata Sawung Jabo, juga menyempatkan mampir dan nginap di kediaman “manusia setengah dewa” Iwan Fals, di Leuwinanggung, Cibubur. Entah apa yang dibicarakan, entah apa yang dinostaligiai. Tapi, intinya, dua mestro pemilik album SWAMI 1 dan 2 ini, sepertinya kangen berat, untuk bisa mangung bareng.

Saling kunjung, dalam persahabatan Iwan FalsSawung Jabo, juga pernah dialami Iwan Fals. Saat ingin berkunjung ke rumah Jabo, di Sydney, Australia. Ya, akhir 90-an, saat Iwan dolan ke negeri Kangguru itu, bisa bertutur mirip-mirip, film “Crocodile Dundee”.

Pertanyaannya, apakah Iwan Fals, sudah nyaman dan optimis, bahwa Covid-19 sudah “ampun-ampun” nggak masuk wilayah Indonesia lagi?

Maklum, saat japri-japrian dengan Iwan, mBah Coco selalu dapet PHP dari konco lawas semasa satu bangu kuliah di “Kampus Tercinta” LA 32, Jakarta tahun 1980. “Ntar gue ke Kandang Ayam bareng Raja Pane, mudah-mudahan segera covid-19 kabur cepet-cepet,” gitu isi japrinya.

Bahkan, kalau mau dolan ke rumah Wan Abud, selalu berpesan, harus punya hasil tes covid 1 dan 2, serta harus tes antigen, jika mau berwakuncar ke markasnya, Leuwinanggung. Capekkk, deh!

Ada kabar burung juga, bahwa Konser Sirkus Barock, bertema “SENANDUNG ANAK WAYANG”, sekaligus SIRKUS BAROCK REUNIAN, adalah konser terakhir grup band cadas, yang didirkan Sawung Jabo, sejak 1976. Sudah ada sekitar 15 album, yang pernah digelontorkan di Bumi Pertiwi ini.

Jika membuka Google Wikipedia, tertulis nama Sawung Jabo. Maka, ada profilnya, yang terlahir dengan nama Mochamad Djohansyah (lahir 4 Mei 1951). Jabo, adalah seniman dan musisi kondang Indonesia, dikenal dengan keterlibatannya dalam hampir segala bentuk kesenian baik itu bermusik, teater, melukis, dan juga tari.

Sawung Jabo, dikenal dalam konsepnya yang menggabungkan elemen musik Barat dan Timur, khususnya Jawa. Dia paling dikenal, saat keterlibatannya dalam grup musik SWAMI, DALBO dan KANTATA TAQWA.

Disitu ngumpul musisi kenamaan Indonesia, akhir tahun 80-an dan tahun 90-an, bersama Iwan Fals, Jockie Suryo Prayogo, dan “maesanas” Setiawan Djodi. Merekalah yang melahirkan lagu pergaulan bertema sosial dan politik, “3 B” plus “1 H”, "Bento", "Bongkar", “Badut” dan "Hio". Kemudian, nyusul "Kuda Lumping", dan "Nyanyian Jiwa".

Namun, jika sempatkan masuk ke lorong-lorong sunyi lagu SIRKUS BAROCK, jangan pernah lewatkan lagu-lagu yang asik-asyik, seperti “Anak Setan”, “Di Hatimu Kami Berlindung”, “Kemarin dan Esok”, Jula Juli Anak Negri”, Burung Putih”. Wahhhh wahhhh, pokoknya, kalau mau dengein sambil ngulik semua lagu-lagu Jabo, nggak akan pernah bosan, bro!

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X