Azyumardi Azra, Pers, Tasawuf

- Minggu, 18 September 2022 | 15:37 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

 

Oleh Akhlis Suryapati

 JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Tantangan dalam kehidupan pers nasional membutuhkan perhatian besar kita semua, dan kere­­na­­nya kita harus solid. Demikian disampaikan Prof  Dr H Azyu­mardi Azra MPhil MA CBE ke­­ti­ka dirinya menerima jabatan sebagai Ketua Dewan Pers, 18 Mei 2022 di Jakarta.

Tat­kala men­jabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyu­mardi Azra menjadikan kam­pus sebagai pendorong mahasiswa intelektual yang berpikiran rasional, modern, de­mokratis, toleran.

Da­lam aktivitasnya sebagai cendekiawan muslim, beberapa kali Azyu­mar­di Azra mengajak bangsa Indonesia berpikir mendasar dan bijaksana dalam menghadapi per­soalan-persoalan kebangsaan. Ia juga mendorong umat Islam memperdalam tasawuf – filsafat Islam -  ilmu kajian mengenai hubungan keduniawian berbasis Alquran dan Hadits.

Hari ini (18 September 2022) Azyu­mardi Azra  meninggal dunia di Selangor, Malaysia. Ten­tu saja kita merasa sangat kehilangan.

 Mes­ki­pun kematian pasti datang pada setiap o­rang, namun selalu saja kita terkejut dan sedih tatkala menerima kabar kematian itu. Apalagi ji­­­ka terjadi pada orang yang menanamkan banyak jejak kebaikan berupa ilmu yang ber­man­faat. Azyumardi Azra adalah orang seperti itu.

Tak ada kedekatan yang lebih dari umumnya awan biasa, pengalaman saya terkait to­koh intelektual sekaliber Azyumardi Azra. Paling-paling pernah ikut-ikutan datang di acara seminar atau ceramah yang dirinya menjadi pembicara.

Kalau toh sempat salam-salaman bertegur sa­pa dan berdialog sekilas-kilas, itu karena di tahun 2005 – 2006 beberapa kali saya memberikan stadium general kepada mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di mana Azyumardi Azra sedang berada di kampus  sehubungan dengan jabatannya sebagai Rektor (1998 – 2006).

Masa-masa itu adalah musim reformasi, ketika kampus menjadi pusat gerakan pe­rubahan. Gairah berekspresi menyampaikan pemikiran berlangsung di ma­sya­rakat, termasuk masyarakat mahasiswa kampus UIN.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X