Azyumardi Azra, Pers, Tasawuf

- Minggu, 18 September 2022 | 15:37 WIB
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)
Akhlis Suryapati (Arsip Pribadi Akhlis Suryapati)

Saya merekomendasikan tasawuf model Muhammadiyah, namanya Tasawuf Dahlani.

Dalam kaitan Azyumardi Azra  sebagai ketua Dewan Pers, dalam obituari ini  saya mencatatkan pernyataannya, bahwa dirinya akan terus memperjuangkan kemerdekaan pers.

Dia juga meyakinkan para jurnalis bahwa pihaknya menolak RKUHP (Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yang disusun secara diam-diam.

Tidak heran jika kehadiran RKUHP banyak ditentang masyarakat, karena isinya sangat rusak dan tidak melibatkan banyak organisasi profesi. Isinya juga dinilai menyinggung kebebasan berekspresi masyarakat.

Azyumardi Azra menyampaikan hal itu pada 28 Agustus 2022 lalu  di hadapan jurnalis dan CEO perusahaan seluruh Indonesia, dalam acara peluncuran hasil survey indeks kemerdekaan pers 2022.

"Kami Dewan Pers akan terus mengawal RKUHP karena di situ mengancam kemerdekaan pers. Kami harus memastikan dulu kemerdekaan pers ,” katanya.

Kini Azyumardi Azra telah pergi selamanya. Perjuangan untuk kemerdekaan pers melalui Dewan Pers itu entah bagaimana nantinya. Saat kita – termasuk masyarakat pers – berpikirnya tidak mendasar ala tasawuf,  dalam iklim jurnalisme partisan seperti sekarang ini, implementasinya bisa lain. Innalillahi wa innaillaihi roji’un.

(Jakarta, 18 September 2022).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X