Adab dan Etika Politisi

- Selasa, 20 September 2022 | 05:59 WIB
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)

Oleh Benny Benke.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - "Jika Anda akan menempatkan nama petinju yang lebih digdaya dari nama Joe Frazier, saya akan menempatkan nama Muhammad Ali (di depannya)".

Demikian dikatakan George Foreman dalam sebuah wawancara. Foreman bersaksi, dalam pertarungannya dengan Muhammad Ali pada 30 Oktober 1974, meski saat itu dia sedang berada di puncak karir dan kekuatannya, sebagai juara dunia kelas berat tinju di usia 25 tahun (dengan meng-KO Joe Frazier).

Nyatanya, dia tidak ada apa-apanya saat bersemuka dengan Muhammad Ali yang saat itu berusia 32 tahun. Sebelum akhirnya Foreman roboh mengendus kanvas di ronde kedelapan dalam tarung akbar berjudul, “Rumble in the Jungle”, di Kinshasa, Zaire, yang kini bernama Republik Demokratik Kongo.

"Saya masih ingat, saat itu saya menghujaninya dengan pukulan keras sekali ke tubuh dan perutnya. Apa yang dikatakan Ali kepada saya;'Cuman itu yang bisa, sucker!'".

Segendang sepenarian dikatakan Mike Tyson. Saat menjawab pertanyaan; siapa yang akan menang jika Mike Tyson muda dan Muhammad Ali muda ditandingkan di atas ring, saat mereka berdua sama-sama berusia 20 tahun.

Maka, secepat kilat, Iron Mike bersaksi; "Muhammad Ali sangat cepat, dan diimbangi dengan kualitas (teknik bertinju) yang prima. Diluar kegesitannya, Ali tidak gentar melayangkan siraman pukulan (ke lawannya). Meski pertahanannya (menurut saya) tidak terlalu bagus. Tapi kecepatannya (dalam menghindar dari pukulan lawan) adalah pertahanannya sebenarnya. Dan pergerakannya (di atas ring) luar biasa.


"Ali sejatinya binatang liar yang sesungguhnya. Meski tampangnya lebih seperti model daripada seorang petarung. Ali adalah Tyrannosaurus Rex dalam wajah rupawan. Meski sebenarnya dia sangat bisa menjadi kejam dan jahat. Ali mampu menyeret Anda atau siapa saja ke perairan terdalam, sebelum kemudian menenggelamkan lawannya.

"Konsentrasi Ali (saat menghajar lawannya) sangat tinggi sekali...pop pop pop pop pop pop pop pop pop pop pop (pukulannya bertubi-tubi menghujami lawannya), saya tidak mungkin mengalahkan manusia seperti itu. Hell no....tidak mungkin", demikian dikatakan Tyson bersungguh-sungguh.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X