Adab dan Etika Politisi

- Selasa, 20 September 2022 | 05:59 WIB
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)

Bahkan dalam kesempatan berbeda sebelumnya, saat bersemuka langsung dengan Muhammad Ali, dengan Sugar Ray Leonard, si Leher Beton memproklamirkan; "Jika semua kepala harus menunduk, dan semua lidah harus mengakui, bahwa tidak ada yang lebih besar dari Muhammad Ali".

Meski Ali, yang saat itu sudah dihajar parkinson akut, dengan bahasa tubuhnya mengakui, jika dirinya diadu dengan Tyson saat sama-sama di era emasnya, dia akan tergeletak kena bogem mentah Tyson.

Dari George Foreman dan Mike Tyson kita belajar adab, etika dan bagaimana seharusnya menimbang dan menempatkan diri, sebelum lahir kemampuan mengukur diri dengan pas dan laras.

Tapi di Indonesia, pelajaran mengukur diri apalagi adab sudah lama mati.

Buktinya, para politisi saat berdebat di layar TV membuat kita semua seperti hendak muntah. Mereka saling mendaku pemilik kebenaran sejati. Paling ngerti semua hal. Paling benar dalam segala hal. Dan paling-paling lainnya. Sembari berbaku ejek menghinakan musuh politiknya. Dengan penguasaan ilmu dan diri yang memprihatinkan.

Seperti tidak bisa membedakan di mana saatnya bertanding dan bersanding, dengan cara paling mulia.

Lalu, dengan dukungan buzzer bayaran, yang tak berapa lama kemudian bergerilya di media sosial, mencaci maki, musuh politik tuannya, juga siapapun yang ditimbang berseberangan dengannya, sembari mendaku yang paling Pancasila.

Bahkan baru saja, seorang buzzer yang tak tersentuh hukum terjerembab oleh ujaran kebenciannya sendiri. Saat menyasar, memaki, dan menghinakan Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo dengan ujaran tak sepatutnya.

Jauh dari adab silang pendapat. Lalu dengan gampang meralat kesalahan fatalnya dengan permintaan maaf sekedarnya. Lalu hidup seperti berjalan biasa saja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Indah sekali.

Itulah mengapa sangat susah menemukan kebijaksanaan, apalagi adab, saat menyaksikan para politisi, apalagi buzzer saling beradu argumentasi di sini.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X