Adab dan Etika Politisi

- Selasa, 20 September 2022 | 05:59 WIB
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)
Benny Benke (Dudut Suhendra Putra)

Jangan bayangkan, kebijakan yang pernah dikatakan Voltaire dalam menghormati lawan diskusinya, dengan mengatakan; "Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakannya," bisa terjadi dalam khazanah adu argumentasi di sini.

Itulah mengapa Mike Tyson pernah mengatakan, nyaris tidak pernah membaca media sosial. Karena tidak ada adab di sana. Dan rasanya Tyson lebih suka membogem siapa saja, juga para politisi jika mulutnya tidak menyimpan adab kepada manusia yang nyata-nyata lebih besar, berilmu dan mulia darinya.

Di Indonesia, hormat apalagi sanjungan kepada manusia yang lebih hebat dari diri sendiri, nyaris tidak ada lagi. Sudah lama mati.

Apalagi menghormati dan memanusiakan orang lebih kecil yang berada di bawahnya. Makanya, alangkah baiknya kita mendirikan perserikatan yang akte pendiriannya, menyebutkan klausul, senantiasa memberikan hormat kepada persona digdaya dengan segala kekurangannya. Mikul dhuwur mendem jero.

Juga tetap memuliakan wong cilik, dengan seutuh kejelataannya. Bukan malah terus mencari-cari kesalahannya, yang tentu saja pasti akan ketemu juga.

Apalagi dengan dukungan dan rundungan aparatur negara. Karena betapapun adab, kesopanan, juga courtesy sangat penting dalam peri kehidupan kita.

Sebab, sebagaimana dinasehatkan para orang tua. Ketika kita sopan dan beradab dengan orang lain, niscaya orang-orang akan memiliki kesan yang baik kepada kita.

Sebelum rasa hormat secara otomatis mengikuti di belakangnya, bukan malah kebencian yang ditimbulkannya.

Belajar sopan santun, adab dan etika merupakan keharusan bagi setiap orang yang ingin maju dalam hidupnya. Bukan sebaliknya, terus menciptakan musuh baru, hanya karena berbeda pandangan politik dan junjungannya.

Manusia seperti ini biasanya berpikir dapat mengubah dunia dengan kelompoknya. Di luar kelompok mereka, ke penjara saja. Mereka lupa, sebelum mengubah dunia, harusnya mereka mengubah diri mereka sendiri dulu. Ndeso. (G20).

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X