Kisah Daendels Membangun Istana Putih 'Hett Witte Huis' Di Lapangan Banteng

- Rabu, 21 September 2022 | 07:30 WIB
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Bagi jurnalis khususnya desk ekonomi makro tentu tidak asing lagi melihat kemegahan gedung berhalaman luas di kawasan lapangan banteng, Jakarta Pusat.

Gedung bercat putih itu merupakan gedung bagian dari Kementrian Keuangan sekaligus kantor Kemenkoperekonomian, dua menteri kabinet yang jadi sasaran media meliput di Lapangan Banteng.

Penulis termasuk hafal betul seluk beluk gedung tua nan eksotis tersebut karena kendaraan karyawan termasuk jurnalis diparkir persis dibelakang gedung bergaya kolonial yang sayangnya di era penulis meliput sekitar 2014 silam kurang terurus.

Hett Witte Huis atau Dept van Financien kondisinya waktu itu sangat mengenaskan, meski dari kejauhan tampak terlihat megah.

Baca Juga: Witte Huis Peninggalan Daendels: Bangga Dipercaya Revitalisasi, Jakkon Kerahkan Tim Arsitek Terbaik

Jika dilihat dari dekat, seluruh ruangan gedung sudah tidak bisa digunakan oleh pegawai Kemenkeu maupun Kemenko Ekonomi karena kurang layak huni.

Jendela dan kusen ukuran raksasa tampak kusam tidak terawat. Sementara pilar-pilar besar terlihat retak di sana-sini.

Foto lawas Hett Witte Huis atau istana putih di Lapangan Banteng (Tangkap layar FB foto sedjarah)

Anehnya sejak awal Februari 2014 bukan renovasi yang dilakukan, namun hanya dibangun kerangka baja menopang sayap kiri gedung yang terlihat hampir roboh.

Jurnalis yang meliput di gedung kementrian keuangan sudah biasa bercanda menyebut Istana Putih alias Witte Huis berjuluk 'gedung doyong' mengingat tingkat kemiringan yang cukup parah sehingga harus ditopang dua pilar baja!

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X