Kisah Daendels Membangun Istana Putih 'Hett Witte Huis' Di Lapangan Banteng

- Rabu, 21 September 2022 | 07:30 WIB
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)

Akan tetapi, eksistensi Kasteel Batavia di Oud Batavia (Batavia Lama) tak lama. Sebagai gantinya, kompeni membangun istana yang megah di Nieuw Batavia (Batavia Baru) bernama Het Witte Huis atau Istana Putih.

Pembangunan istana yang juga dikenal sebagai Grote Huis mengambil lokasi di Weltevreden, kawasan sekitar Lapangan Banteng.

Lokasi tersebut secara sengaja dipilih oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1809-1811) sendiri. Siapa sih Daendels?

Baca Juga: Mengenal Westminster Abbey, Tempat Peristirahatan Terakhir Anggota Kerajaan Inggris

Sejarah mencatat, Daendels adalah sosok kuat yang tidak ragu menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya. Banyak orang menjadi korban demi ambisinya, termasuk membangun Jalan Raya Pos yang legendaris.

Daendels lahir di kota kecil Hattem, Gelderland, Belanda, 21 Oktober 1762, sebagai anak kedelapan dari 13 bersaudara keluarga Burchard Johan Daendels dan Josina Christina Tulleken

Balik lagi ke sejarah istana putih, lokasi tersebut menurut Sang Gubernur Jenderal cukup strategis dan jauh dari wabah penyakit. Apalagi, ambisi Daendels memindahkan pusat pemerintarahan dari Oud Batavia (Batavia Lama) ke Nieuw Batavia sedang meninggi.

Alih-alih memesan bahan bangunan baru, Daendels yang terkenal dengan julukan Marsekal Guntur atau Mas Galak memerintahkan penghancuran seluruh bangunan di Oud Batavia, termasuk Kasteel Batavia.

Lalu, dari puing-puing bangunan di Oud Batavia, Daendels membangun kawasan Weltevreden. Dikutip Alwi Shahab dalam buku Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia (2013), meski terdapat banyak bangunan yang dibangun Daendels, perhatian khusus tempak lebih tercurahkan kepada Istana Putih.

“Daendels membangun gedung megah ini sebagai tempat tinggal para Gubernur Jenderal yang diberi nama De Witte Huis (Gedung Putih). 

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X